Kendari, Radarsultra.co.id – Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mendorong program inseminasi buatan untuk mencapai target sumber bibit sapi berkualitas.
Kepala Distanak Sultra, Muhammad Nasir mengatakan, pihaknya sudah mendatangkan sapi pejantan yang diperoleh dari Sumbawa dan Sumatera Selatan (Sumsel) sebanyak 6 ekor.
Ia melanjutkan, saat ini sapi pejantan tersebut sudah ada di Konda, Konawe Selatan (Konsel). Kesehatannya pun sudah dicek, dan hasilnya dinyatakan sehat. Sehingga spermanya sudah diambil untuk pada program inseminasi buatan 2018 ini.
“Inseminasi buatan dapat menghasilkan bibit yang unggul dan anak sapi ketika lahir akan lebih besar. Sebab, pada dasarnya berasal dari bibit sapi unggul,” kata Nasir, Jumat (5/10/2018).
Dijelaskan Nasir, bahwa inseminiasi buatan memiliki keunggulan yang luar biasa dibandingkan dengan kawin alami. Meski begitu, pihaknya tetap menerapkan kawin alami pada sapi.
“Kita tetap jalankan dua program mau inseminasi buatan atau kawin alami,” jelasnya.
Program inseminasi buatan ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan produksi sapi lokal. Selain itu, hal ini juga menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan terhadap pengembangan sapi.
“Kedepan Distanak sendiri akan mengarahkan paling tidak 90 persen program inseminasi buatan sudah dapat dilakukan dan kita berharap ini sukses terlaksana, guna memenuhi stok kebutuhan daging dalam negeri,” pungkasnya.
Laporan: Robiah Adawiah






