Kendari, Radarsultra.co.id – Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) optimis produksi padi meningkat lima persen tahun 2018.
Kepala Distanak Sultra, Muhammad Nasir mengatakan, tahun 2017 produksi gabah kering giling di Sultra mencapai sebesar 711 ribu ton. Pihaknya optimis akan terjadi peningkatan pada tahun 2018 ini dikarenakan selama dua tahun Sultra mengalami surplus beras.
“Ini sebuah pencapaian yang cukup memuaskan dan kita terus berusaha agar bagaimana kebutuhan beras lokal dapat terpenuhi secara maksimal,” ujarnya, Selasa (18/9/2018).
Ia mengaku, kondisi surplus ini juga bukan hanya terjadi dua tahun belakangan ini, namun sejak delapan tahun terakhir, produksi beras di Sultra terus meningkat.
Nasir mengungkapkan ada lima kabupaten yang menjadi lumbung beras yaitu Kabupaten Konawe, Konawe Selatan (Konsel), Kolaka Timur (Koltim), Kolaka, dan Bombana.
“Surplus beras hampir terjadi di seluruh kabupaten namun tidak merata. Dengan kondisi surplus tersebut, itu berarti ada kelebihan stok,” kata Nasir.
Untuk memenuhi target, pihaknya pun berupaya meningkatkan produktivitas pertanian di Bumi Anoa. Meskipun kondisi cuaca yang tidak menentu, pihaknya optimis produksi beras pada 2018 bisa meningkat lima persen dari produksi tahun lalu, sesuai dengan harapan pemerintah menjadikan Sultra sebagai salah satu lumbung beras di Indonesia.
Laporan: Robiah Adawiah






