1

Dibanding 2017, Produksi Padi Ladang Tahun 2018 Turun 16,8 Persen

Radarsultra.co.id
1

Kendari, Radarsultra.co.id – Dibanding realisasi Januari-Agustus tahun 2017, realisasi produksi padi ladang tahun 2018 periode bulan yang sama mengalami penurunan 16,8 persen.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Distanak Provinsi Sultra Suryati Raeba mengatakan, Periode tahun 2017 produksi padi ladang mencapai 12.814 ton dengan luas panen 5.146 hektar dan provitas 25 kuintal per hektar (ku/ha) sedangkan periode yang sama tahun 2018 produksi padi ladang turun menjadi 10.657 ton dari luas panen 4.002 hektar dan provitas 27 ku/ha.

1

“Ada 5 kabupaten yang memberikan kontribusi besar terhadap produksi padi ladang periode 2018 yakni Buton sebesar 3.314 ton, Konsel 3.006 ton, Buton Utara (Butur) 2.963 ton, Muna 449 ton dan Kota Baubau 691 ton,” ujarnya kamis (15/10/2018).

BACA JUGA :  Ini Data Lengkap Produski Jagung 17 Kabupaten/Kota di Sultra

Begitupula pada periode 2017 lima kabupaten ini juga memberikan kontribusi besar terhadap produksi padi ladang masing-masing Buton 3.774 ton, Butur 1.245 ton, Konsel 5.126 ton, Baubau 1.013 ton dan Muna 956 ton.

Kemudian, secara umum produksi padi ladang di Bumi Anoa selama dua tahun terakhir mengalami penurunan. Sejak tahun 2016 ke tahun 2017 dan 2017 terhadap 2018.

Secara umum, produksi padi ladang tahun 2016 dari luas panen 7.208 hektar didapatkan produksi sebesar 18.643 ton dengan provitas 25,87 kuital per hektar. Kemudian angka produksi ini turun 4,99 persen menjadi 17.712 ton di tahun 2017 dengan provitas 26,67 kuintal per hektar.

BACA JUGA :  Kondisi Pegawai, BPPT Distanak: Belum Lama Ditempatkan Minta Pindah

Untuk angka ramalan tahun 2018 juga menunjukkan penurunan yang cukup signifikan sekitar 17,61 persen dari sisi produksi menjadi 14.594 ton dengan luas panen hanya 5.219 hektar yang sebelumnya tahun 2017 seluas 6.641 hektar dan tahun 2016 seluas 7.2018 hektar.

Kendati demikian untuk provitas mengalami peningkatan masing-masing tahun 2016 ke 2017 3,09 kuintal perhektar dan tahun 2017 terhadap aram 2018 27,96 kuintal per hektar atau 4,85 persen kenaikannya.

Laporan: Robiah Adawiah

1
1