Kendari, Radarsultra.co.id – UPTD Balai Perbibitan dan Pakan Ternak (BPPT) Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra menggunakan hewan ternak kuda dalam kegiatan mengembalakan ternak dan mengontrol padang pengembalaan.
“Kita juga sekarang ada 4 ekor kuda. Kuda-kuda ini adalah turunan bagus. Kuda pacu,” ungkap Kepala UPTD BPPT Distanak Sultra Apolonaryus kepada Radarsultra.co.id, Rabu (29/8/2018).
“Jadi dipakai oleh penggembala untuk menggembalakan ternak itulah kuda itu tujuannya,” imbuhnya.
Selain itu, Kuda-kuda ini juga digunakan untuk mengontrol padang penggembalaan milik BPPT yang berada di Desa Tirawuta yang luasnya mencapai 544 hektar.
“Kuda ini kita jadikan sebagai pengembangan sekaligus untuk dipakai sebagai pengontrolan. Kan luas, kalau dipakai semua lahan 544 hektar, itu,” bebernya.
Penggunaan kuda kata Poly, adalah karena kondisi lahan yang ada dimana dibatasi oleh kawat duri. Sehingga penggunaan kendaraan bermotor tidak memungkinkan.
“Motor juga tidak bisa masuk karena dibatasi kawat duri. Sementara kalau kuda, dia bisa nyelip-nyelip gitu toh atau mengembala kayak di Amerika, koboi istilahnya,” lanjutnya.
Dari jumlah 4 ekor kuda tersebut, 1 ekor merupakan betina. Sehingga, kedepan BPPT berencana untuk mengembangkan sebagai indukan yang hasilnya, dapat juga dibagikan kepada petani.
“Disamping itu, kita juga mau mengembangkan karena ada 1 ekor betina dari 4 ekor itu. Kita mau kembangkan supaya bisa melahirkan lagi nanti. Jadi nanti, kita bisa bagi ke petani juga,” pungkasnya.
Laporan: Benny Laponangi






