1

Dewan Pers : Hoax Bukan Hanya di Medsos, Namun juga di Media Extream

1

Kendari, Radarsultra.co.id – Beredarnya terkait masalah hoax di Indonesia sudah menjadi pembicaraan hampir seluruh aspek Pemerintah dan masyarakat. Namun banyak orang yang mengatakan itu terdapat di media sosial, padahal juga terdapat di media Extream.

“Hoax terus beredar di media sosial, tetapi ternyata hoax juga beredar di media extream seperti media cetak maupun media televisi. Sebab media cetak dan televisi sering kali berpatokan terhadap isu yang beredar dijejaring sosial,” ungkap Ketua Dewan Pers Indonesia bagian Komisi Pengaduan, Imam, Kamis (9/3/2017).

1

Masyarakat mendapatkan berita atau informasi yang sifatnya tidak benar itu dari berbagai media massa baik yang terverifikasi maupun tidak terverifikasi.

BACA JUGA :  Kepala BPOM Kendari: Produk Ikan Kaleng Sudah Aman di Konsumsi

“Jika mansyarakat mendapatkan hoax di media sosial tetapi di media yang tidak terferivikasi, itu adalah hal wajar. Namun jika mendapatkannya di media extream yang terferivikasi maka itu yang jadi masalah besar,” katanya.

Hoax terus tertetesi sedikit demi sedikit, membanjir, dan beredar di masyarakat. Dimana masyarakat tidak mengetahui akan kebenaran hal itu.

BACA JUGA :  Pramuka Sultra Salurkan Bantuan ke Korban Banjir

Ia menambahkan bahwa sekarang kecenderungan terjadi berita yang judulnya sensasional, provokatif, dan kadang kala tidak sesuai isi berita. Namun sepanjang masih sesuai kode etik jurnalistik, tidak papa mencari dari media online.

Untuk diketahui bahwa penyebaran hoax melalui media extream yaitu 5 % dari media televisi dan 8,7 % dari media cetak. Terakhir ia mengatakan Pers itu ada untuk masyarakat, memberikan informasi yang benar – benar fakta. (C )

1
1