Wawonii, Radarsultra.co– Menghadapi musim penghujan yang rutin melanda wilayah Kabupaten Konawe Kepulauan antara Mei hingga Agustus, PT Gema Kreasi Perdana (GKP) mengambil langkah strategis dengan menerapkan sistem pengelolaan air (water management) terpadu guna meminimalisir dampak cuaca ekstrem terhadap lingkungan dan operasional tambang.
Upaya tersebut mencakup pembangunan drainase, sediment pond dan settling pond, serta monitoring rutin terhadap kualitas air di sungai dan laut sekitar area pertambangan.
Hingga April 2025, PT GKP telah membangun 103 kolam penampung yang tersebar di tujuh titik.
“Air hujan yang turun di wilayah tambang akan dialirkan melalui drainase menuju kolam. Setiap kolam memiliki beberapa kompartemen yang berfungsi untuk mengendapkan partikel lumpur sebelum air dialirkan kembali ke sungai,” jelas Environment & Forestry Superintendent PT GKP, Badrus Saleh, Jumat, (23/5/2025).
Badrus menambahkan, air yang sudah ditampung tidak langsung dilepas ke lingkungan.
“Kami melakukan proses pengendapan atau water treatment terlebih dahulu, termasuk injeksi untuk memastikan air limpasan memenuhi baku mutu seperti pH dan TSS,” tambahnya.
Hasil dari program ini terlihat nyata pada kejernihan Sungai Keu Mohalo, yang tetap terjaga meski curah hujan di awal Mei mencapai lebih dari 110 milimeter hanya dalam sepekan.
Monitoring Rutin Jaga Kualitas Air
Selain itu, PT GKP juga aktif melakukan monitoring kualitas air sungai dan air konsumsi masyarakat secara rutin.
“Dari hasil pengecekan berkala, kualitas air masih tetap baik dan sangat layak digunakan masyarakat,” kata Badrus.
Hal ini turut dibenarkan oleh salah seorang warga Desa Sukarela Jaya, Sapruddin yang mengakui bahwa kondisi air minum warga masih tetap terjaga, meski hujan deras mengguyur wilayah Pulau Wawonii.
“Alhamdulillah, meskipun hujan deras turun sejak awal bulan, air minum kami masih tetap jernih. Tidak ada keluhan dari warga,” ujarnya.
Sebagai bentuk antisipasi tambahan, PT GKP juga membangun bak penampung air di dekat mata air Lagumba, yang disiapkan sebagai sumber air alternatif bagi warga sekitar.
Penghentian Sementara Produksi untuk Keselamatan
Langkah preventif lainnya yang diambil PT GKP adalah penghentian sementara kegiatan produksi tambang di awal musim hujan.
Keputusan ini bertujuan untuk melakukan pengecekan dan supervisi menyeluruh terhadap alat berat, terutama yang beroperasi di area pit.
“Tujuan utama dari penghentian sementara ini adalah untuk meningkatkan aspek keselamatan kerja dan produktivitas di tengah kondisi cuaca yang lebih menantang. Ini bentuk tanggung jawab kami terhadap seluruh stakeholder, mulai dari karyawan, masyarakat, hingga pemerintah,” ujar Hendry Drajat, Manager Strategic Communication PT GKP.
Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut murni bagian dari strategi manajemen risiko perusahaan, dan tidak berkaitan dengan tekanan dari pihak eksternal.
“Seluruh aktivitas pertambangan lain, seperti kegiatan CSR, serta pengelolaan lingkungan dan reklamasi tetap berjalan seperti biasa,” tegas Hendry.
Melalui langkah-langkah strategis ini, PT GKP menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan, keselamatan kerja, dan kesejahteraan masyarakat sekitar di tengah tantangan musim penghujan.**






