Kendari, Radarsultra.co.id – Dalam bulan Suci Ramadan ini Volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Puuwatu, di Kecamatan Puuwatu meningkat.
Hal tersebut diungkapkan oleh kepala seksi (Kasi) pengolaan TPAS Puuwatu, Abdul lasyamu, menurutnya yang menyebabkan meningkatnya volume sampah di TPAS Puuwatu akibat adanya perubahan pola makan masyarakat saat bulan puasa.
“Dalam bulan Ramadan ini kebanyakan sampah yang masuk itu adalah sampah basah seperti kulit kelapa, sisa-sisa sayuran dan sampah dari ssisa makanan atau sampah rumah tangga,” kata Abdul, Rabu (14/06/17).
Berdasarkan data yang diperoleh dari pihak pengelola TPAS Puuwatu, sampah yang masuk ke TPA Puuwatu meningkat sekitar 20 persen dari hari-hari biasanya.
“Volume sampah Meningkat sekian kubik, biasanya dari 44 truck yang beroperasi dalam satu hari biasa cuma satu ret dalam sehari untuk satu truck yang masuk ke TPA, tapi selama bulan ramadan, meningkat sekitar 20 persen, dari 130-140 Meter Kubik perhari meningkat hingga 20 sampai 25 persen atau sekitar 160-170 Meter Kubik perhari,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Abdul Lasyamu mengatakan venomena meningkatnya volume sampah selama bulan suci Ramadan adalah hal biasa dan puncak dari peningkatan volume sampah itu ketika sehari sampai dua hari pasca lebaran Idul Fitri.
“Memang biasanya kalo bulan puasa volume sampah itu meningkat karena kebutuhan masyarakat juga meningkat, dan puncak dari peningkatan sampah ini biasa waktu habis Lebaran satu sampai dua hari, puncaknya disitu, sampah-sampah rumah tangga dan kertas-kertas juga banyak yang masuk ke TPA,” lanjutnya. (C)






