Kendari, Radarsultra.co.id – UPTD Balai Perbibitan dan Pakan Ternak (BPPT) Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra terus menggalakkan program inseminasi buatan. Dengan memanfaatkan dua lokasi pengembangan yang ada, baik di Desa Tirawuta maupun di Desa Alebo.
Saat ini, BPPT memiliki 10 ekor sapi dari dua jenis yakni brahman dan bali.
“Kalau sapi di Konda hanya untuk menghasilkan sperma. Masih tetap seperti biasa, ada 6 ekor yang brahman pro, habis itu tambah bali 4, totalnya 10 ekor yang siap untuk penampungan sperma dan ini sudah kita pake,” kata Kepala BPPT Distanak Sultra Apolonaryus kepada Radasultra.co.id melalui sambungan telepon, Sabtu (24/11/2018).
Sementara untuk yang di Tirawuta, selain padang penggembalaan alami, juga akan dikembangkan untuk program inseminasi buatan.
“Sapi di Tirawuta untuk padang penggembalaan alami saja. Tapi kita rencanakan sekarang karena sudah ada shelter, maka kita akan gunakan untuk inseminasi buatan juga, kawin suntik. Karena kalau sudah ada shelter-nya kan bisa dilokalisir,” jelasnya.
BPPT baru saja merampungkan pembangunan 3 unit shelter di Desa Tirawuta.
“Shelter ini bisa kita gunakan untuk itu (inseminasi buatan), bisa juga untuk memisahkan yang bunting dengan yang tidak. Misalnya sapi yang sudah bunting kita pisahkan di shelter sampai dia melahirkan, sehingga tidak bercampur dengan yang lain,” pungkasnya.
Sebagai informasi, lahan milik BPPT Distanak Sultra berada di Desa Tirawuta Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe dan di Desa Alebo Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan.
Laporan : Benny Laponangi






