Kendari, Radarsultra.co – Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan Upaya Penanggulangan Radikalisme bagi Pegawai Negeri pada Polri (PNPP) di lingkungan Polda Sultra.
Acara berlangsung di Aula Dhacara Polda Sultra mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai, dihadiri oleh Pejabat Utama Polda Sultra dan ratusan peserta.
Kegiatan dibuka dengan laporan Ketua Pelaksana, Kepala Bagian Perawatan Personel Polda Sultra, Kompol Adeng Supriatna, S.H., M.M.
Ia menegaskan tujuan kegiatan ini adalah memberikan pencerahan kepada PNPP agar tidak terpapar paham radikalisme di lingkungan Polri.
Acara resmi dibuka oleh Karo SDM Polda Sultra, Kombes Pol Dr. Arief Fitrianto, S.H., S.I.K., M.M., dan diikuti 250 peserta, terdiri atas 100 personel lulusan Bintara Polri tahun 2024/2025 dan 150 perwakilan Satker Mapolda Sultra.
Dalam sambutan Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H., yang dibacakan oleh Karo SDM, disampaikan bahwa radikalisme merupakan ancaman serius bagi keamanan negara dan ketertiban umum.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada para anggota Polda Sultra mengenai bahaya radikalisme, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi paham radikal yang bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” ungkap Irjen Pol Didik Agung, Rabu (17/9/2025).
Sejumlah narasumber dihadirkan, antara lain:
Ustadz Dr. Ali Fauzi Manzi, M.Pd.I. (Lingkar Perdamaian)
Kombes Pol Masjaya, S.Ag., M.Si. (Kasatgaswil Sultra Densus 88 AT Polri)
Ustadz Dr. Danial, Lc., M.Thi. (Direktur Ma’had Al-Jamiah IAIN Kendari)
Pemateri internal dari Ditintelkam dan Propam Polda Sultra.
Ustadz Ali Fauzi dalam pemaparannya menegaskan bahwa radikalisme bisa memengaruhi siapa saja dari berbagai latar belakang.
Ia juga menyoroti bagaimana agama sering disalahgunakan oleh kelompok radikal untuk menyebarkan ideologi yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.
Sementara itu, pemateri dari Ditintelkam Polda Sultra menekankan pentingnya deteksi dini dalam mencegah berkembangnya aktivitas radikal menjadi aksi terorisme.
Kasubbidwaprof Bidpropam Polda Sultra, Kompol Muh. Faried El Farouk, S.H.I., M.M., turut memberikan materi mengenai pentingnya disiplin dan integritas personel kepolisian.
Menurutnya, sikap profesional adalah benteng utama dalam menghadapi ancaman radikalisme.
Radikalisme dipandang sebagai ancaman serius karena mampu mendorong seseorang atau kelompok melakukan tindakan ekstrem yang merusak tatanan masyarakat dan stabilitas negara.
Oleh karena itu, Polda Sultra berkomitmen melaksanakan kegiatan berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan seluruh personel terhadap bahaya radikalisme.***






