Kendari, Radarsultra.co.id – Kedelai menjadi salah satu komoditi yang digenjot pemerintah pusat melalui program bantuan bibit dan pupuk bagi petani, hal ini bertujuan agar produksinya dapat meningkat untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Lantas seperti apa gambaran produksi kedelai di Sulawesi Tenggara (Sultra), Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengeluarkan datanya dalam acara rapat koordinasi angka ramalan (Aram) II beberapa waktu lalu di Kendari.
Data BPS menunjukkan produksi kedelai tahun 2016 mencapai 16.136 ton dengan luas panen 8.789 hektar dan provitas 19,47 kuintal/hektar (ku/ha).
Kemudian tahun 2017 produknya menurun 74,87 persen menjadi 4.055 ton dengan luas panen 2.425 hektar dan provitas 16,72 ku/ha. Sementara itu, angka ramalan dua atau angka sementara tahun 2018 produksi kedelai diprediksi 8.140 ton dengan luas panen 4.536 hektar dan provitas 17,95 ku/ha.
“Tahun ini kita target sekitar 3.000 hektar pengembangan kedelai dari program APBN,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Distanak Sultra Suryati Raeba saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (14/11/2018).
Ia juga juga menjelaskan jika pengembangan komoditi kedelai di Sultra dinilai ribet perawatannya (rewel) dibanding komoditi lain sepeti padi dan jagung, sehingga petani harus benar-benar mampu menanam dan merawat agar produksinya maksimal.
Belum lagi, petani yang diberikan bantuan bibit kedelai dan pupuk pun belum dapat memaksimalkan produksinya, apalgi petani yang tidak mendapatkan bantuan sama sekali.
Laporan: Robiah Adawiah






