Kendari, Radarsultra.co.id – Tagline “Sultra Cepat Pada Orang Yang Tepat” yang diusung bakal Pasangan Calon (Paslon) Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Rusda Mahmud dan Sjafei Kahar bukanlah hanya sebuah slogan atau frasa biasa.
Tagline Sultra Cepat Pada Orang Yang Tepat memiliki makna mendalam jika dipahami, tagline tersebut merupakan seruan moral kepada seluruh masyarakat Sultra, agar bisa menjadi penggerak terwujudnya perekonomian, pembangunan serta kesejahteraan Sultra di masa mendatang.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Sultra Cepat Foundation, Fajar, dikatakannya, dua tagline yakni Kita Kuat Karena Kita Bersatu dan Sultra Cepat Pada Orang Yang Tepat memiliki teterkaitan satu sama lain. Dimana persatuan adalah dasar kekuatan mewujudkan Sultra Cepat. Sedangkan kalimat orang yang tepat, tidak terfokus pada sosok Rusda Mahmud, siapa pun bisa menjadi orang yang tepat.
“Saya dan anda atau siapa pun bisa menjadi orang yang tepat, apabila kita semua bisa memberikan kontribusi secara langsung, dalam berbagai upaya percepatan pembangunan di daerah ini,” bebernya, Kamis (29/6/2017).
Menurut Fajar, kedua tagline tersebut menggambarkan bagaimana seorang pemimpin bisa mengajak semua pihak, untuk menjadi bagian dari perubahan daerah. Sultra Cepat akan menjadi program pembangunan dengan konsep inkubator, pemberdayaan SDM dan pemanfaatan anggaran yang bersumber di luar APBD dan APBN.
“Jadi Sultra Cepat ini akan menjadi media bersama dalam melakukan perubahan. Konsepnya seperti ini, kita akan mempertemukan antara pemikir dan pemilik modal, sehingga bisa mewujudkan kemandirian dalam usaha,” jelasnya.
Lebih lanjut, Fajar mengatakan, Konsep Sultra Cepat, juga akan memanfaatkan SDM yang ada seperti para penggiat atau aktivis dari berbagai sektor, dalam menghimpun informasi dan data soal kebutuhan suatu wilayah, yang selanjutnya akan ditindaklanjuti melalaui anggaran Coorporate Sosial Responsibility (CSR).
Bukan haya itu, Fajar juga menjelaskan bahwa Sultra Cepat adalah misi bersama yang harus diwujudkan oleh orang-orang yang tepat. Siapa pun itu baik tua, muda, pria, wanita, miskin maupun kaya serta dari latar belakang religi dan ras yang berbeda bisa menjadi orang yang tepat. Bagi mereka yang menyadari perbedaan sebagai kekuatan, dan sebagai kemajemukan yang harus dipersatukan, maka dia adalah bagian dari orang yang tepat.
“Orang yang tepat bukanlah frasa yang melekat pada ego individu. Mereka yang menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari perubahan, dan tergerak untuk memulainya, yang sadar bahwa peran mereka adalah melengkapi dan dilengkapi oleh peran yang lainnya, itulah orang-orang yang tepat,” pungkasnya. (C)






