1

Anjungan Teluk Kendari, Langkah Nyata Pemkot Kembangkan Pariwisata

Festival Wahana Kuliner di Anjungan Teluk Kendari menjadi magnet baru bagi warga dan wisatawan. Puluhan UMKM kuliner hadir meramaikan kawasan yang sebelumnya sepi, menghadirkan suasana baru sekaligus memperkuat identitas Kendari sebagai kota wisata kuliner

1

Kendari, Radarsultra.co – Di akhir Agustus 2025, Festival Wahana Kuliner di Anjungan Teluk Kendari menjadi magnet baru bagi warga dan wisatawan. Puluhan UMKM kuliner hadir meramaikan kawasan yang sebelumnya sepi, menghadirkan suasana baru sekaligus memperkuat identitas Kendari sebagai kota wisata kuliner.

Kegiatan yang berlangsung pada 25–30 Agustus 2025 ini digagas Pemerintah Kota Kendari bekerja sama dengan Komunitas Kuliner Kendari (Tripelka). Sejak hari pertama pembukaan, ribuan pengunjung memadati area anjungan, tidak hanya untuk menikmati hidangan, tetapi juga merasakan kembali atmosfer wisata yang sempat mati suri.

1

Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menilai partisipasi UMKM dalam kegiatan ini sangat vital bagi pertumbuhan ekonomi daerah. “Para pelaku UMKM sudah lama bermitra dengan pemerintah kota dan selalu dilibatkan dalam berbagai kegiatan. Potensi mereka sangat besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Kendari,” ujarnya saat meninjau langsung area kegiatan.

Menurut Sudirman, kebutuhan utama UMKM bukanlah bantuan dana, melainkan sarana pendukung. “Mereka hanya butuh fasilitas seperti tenda dan lokasi untuk berjualan. Dari sisi produk dan perlengkapan, mereka sudah siap. Bahkan ada yang sebelumnya hanya berjualan dari rumah atau online, kini bisa bertemu langsung dengan pembeli,” tambahnya.

Kegiatan ini, lanjut Sudirman, sekaligus menjadi bukti bahwa UMKM bisa berkembang jika diberi ruang. Ramainya anjungan dengan hadirnya Wahana Kuliner juga berdampak pada sektor lain, termasuk wahana hiburan lama yang kembali beroperasi. “Alhamdulillah, anjungan yang sebelumnya bisa dibilang mati kini kembali ramai. Bahkan wahana hiburan yang lama tidak aktif bisa berfungsi lagi karena banyaknya pengunjung,” katanya.

Meski kegiatan ini sukses menyedot perhatian, pemerintah kota belum memberlakukan kebijakan retribusi bagi UMKM peserta. Sudirman menjelaskan, kegiatan ini masih bersifat percobaan. “Kalau ke depan kegiatan ini dipatenkan, tentu akan ada retribusi yang tujuannya kembali untuk pembangunan infrastruktur di kawasan anjungan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Novar Aditya Praja Kerahkan 250 Saksi Internal dk Poasia dan Abeli

Direktur Perumda Aneka Usaha Kendari, Ali Rahman, juga mengapresiasi kehadiran pelaku UMKM di kawasan tersebut. Menurutnya, UMKM membawa dampak besar terhadap citra Kota Kendari. “Kehadiran UMKM di kawasan ini sangat penting, karena mereka bukan hanya berjualan, tapi juga memperkenalkan kekayaan kuliner khas Kendari,” ujarnya, Sabtu (30/8/2025).

Ali Rahman menambahkan, pengembangan Anjungan Teluk Kendari tidak berhenti pada wisata kuliner saja. Pemkot bersama Perumda Aneka Usaha berkomitmen menjadikannya sebagai destinasi wisata terpadu dengan memadukan kuliner dan wisata bahari. Beberapa rencana konkret telah disiapkan, di antaranya pembangunan wahana bermain anak di sekitar area kuliner, menjajaki kerja sama dengan investor untuk menghadirkan kapal pinisi di Teluk Kendari sebagai ikon wisata bahari, serta rencana pembangunan villa transit untuk memenuhi kebutuhan akomodasi pengunjung.

“Harapan kami, kawasan ini bukan hanya dikenal sebagai pusat wisata kuliner, tetapi juga menjadi wisata bahari yang bisa dinikmati masyarakat Kendari maupun masyarakat Sulawesi Tenggara pada umumnya,” jelas Ali Rahman.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya sinergi dengan barbagai pihak. “Perumda tidak bisa berjalan sendiri. Kami sangat mengharapkan dukungan berbagai pihak dalam pengembangan kawasan ini, baik dalam hal regulasi, promosi, maupun penyediaan fasilitas penunjang. Jika semua pihak bersinergi, saya optimistis Anjungan Teluk Kendari akan berkembang pesat,” katanya.

Ali Rahman juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas produk dan pelayanan agar setiap tamu merasa nyaman dan meninggalkan kesan positif. Dengan begitu, keberlanjutan kawasan wisata dapat terjaga dan memberi manfaat jangka panjang bagi kota. “Yang paling utama adalah keramahan kita. Mari kita sambut para tamu dengan ramah, layani dengan baik, dan tunjukkan bahwa masyarakat Kendari bisa menjadi tuan rumah yang membanggakan,” ujarnya.

BACA JUGA :  OPD Kendari diharapkan Dukung Akselerasi Program TP-PKK

Pembina Komunitas Kuliner Kendari (Tripelka), Muhammad Yusril, menilai kegiatan ini bukan hanya ajang promosi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi UMKM. Menurutnya, banyak pelaku kuliner yang sebelumnya hanya berjualan dari rumah kini bisa memperluas jaringan dan bertemu langsung dengan konsumen.

“Ini adalah kesempatan besar bagi UMKM. Selain bisa memamerkan produk mereka, mereka juga belajar memahami pasar, memperbaiki pelayanan, dan meningkatkan kualitas. Dengan adanya kegiatan ini, kita berharap UMKM Kendari semakin kuat dan mampu bersaing dengan daerah lain,” ujar Yusril.

Yusril juga menekankan pentingnya kesinambungan kegiatan ini. “Jangan hanya sekali. Kalau bisa setiap bulan atau setiap momen besar ada kegiatan seperti ini, supaya UMKM tidak kehilangan momentum. Ini juga akan membuat Anjungan Teluk Kendari semakin hidup dan benar-benar menjadi ikon kuliner kota,” tambahnya.

Kehadiran Wahana Kuliner Anjungan Teluk Kendari tidak hanya berdampak pada geliat ekonomi lokal, tetapi juga menguatkan citra Kendari sebagai kota wisata kuliner. Dengan arah pengembangan yang jelas, kawasan ini diproyeksikan bukan hanya sebagai ruang usaha bagi UMKM lokal, tetapi juga sebagai pusat interaksi masyarakat, ikon wisata kuliner, dan destinasi bahari baru.

Dengan dukungan pemerintah, semangat UMKM, serta partisipasi masyarakat, Anjungan Teluk Kendari kini benar-benar kembali menjadi pusat keramaian. Lebih dari sekadar tempat makan, wahana ini menjadi simbol kebangkitan ekonomi kreatif lokal sekaligus wajah baru pariwisata Kota Kendari.

1
1