Kendari, Radarsultra.co – Lembaga Budaya Muna (LBM) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) IV di Hotel Claro Kendari, Senin (18/05/26). Kegiatan tersebut dihadiri ratusan peserta dari berbagai paguyuban dan tokoh masyarakat Muna di Sulawesi Tenggara.
Mubes IV LBM menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat komitmen pelestarian budaya dan pembangunan daerah.
Ketua Panitia Mubes IV LBM, Hendrawan Sumus Gia, mengatakan sebanyak 73 paguyuban diundang dalam agenda tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta serta dukungan berbagai pihak sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
“Kami sebagai panitia mengucapkan terima kasih atas kehadiran bapak dan ibu sekalian. Setelah melalui berbagai proses persiapan, akhirnya kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” kata Hendrawan dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Muna Barat dan Kabupaten Muna atas dukungan terhadap pelaksanaan Mubes IV LBM. Menurutnya, rangkaian kegiatan akan berlangsung mulai dari sidang organisasi hingga prosesi pengukuhan pengurus.
“Sebentar malam kami akan melaksanakan pengukuhan. Kami berharap seluruh rangkaian sidang hingga pengukuhan dapat berjalan lancar dan menghasilkan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua LBM Andi Bahrun menegaskan Mubes IV bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi menjadi ruang silaturahmi dan penyatuan komitmen masyarakat Muna.
Ia mengatakan pelaksanaan musyawarah yang bertepatan dengan kedatangan Kapolda Sulawesi Tenggara menjadi simbol bahwa kondisi daerah tetap aman dan kondusif.
“Pada hari ini, bertepatan dengan kedatangan Kapolda, kita melaksanakan musyawarah besar yang menunjukkan bahwa Sulawesi Tenggara tetap aman, stabil, dan tertib,” kata Andi Bahrun.
Menurutnya, LBM lahir sebagai transformasi organisasi masyarakat Muna untuk menjawab perkembangan sosial dan budaya masyarakat dari waktu ke waktu. Berakhirnya masa kepengurusan sebelumnya menjadi alasan utama pelaksanaan musyawarah untuk menentukan kepemimpinan baru organisasi.
“Kita bermusyawarah untuk menentukan nahkoda baru. Musyawarah ini bukan sekadar agenda seremonial organisasi, tetapi ruang menyatukan hati, menyatukan komitmen untuk menjaga marwah Lembaga Budaya Muna,” ujarnya.
Andi Bahrun menambahkan masyarakat Muna di Sulawesi Tenggara berasal dari berbagai latar belakang profesi dan sosial, mulai dari politisi, petani hingga pengusaha. Namun, seluruhnya dipersatukan oleh identitas budaya yang sama.
“Kita berbeda-beda, tetapi dipersatukan oleh budaya sebagai masyarakat Muna, masyarakat Sulawesi Tenggara, dan sebagai warga negara Indonesia,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan demi masa depan masyarakat Muna dan Sulawesi Tenggara.
“Sulawesi Tenggara adalah masa depan Indonesia,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dewan Pembina LBM, La Ode Darwin mengatakan kehadiran seluruh peserta menjadi bentuk komitmen menjaga persatuan masyarakat Muna di mana pun berada.
“Kehadiran seluruh peserta hari ini menjadi komitmen awal dalam menjaga masyarakat Muna di mana pun berada,” katanya.
Menurut dia, musyawarah tersebut juga menjadi ajang memperkuat persatuan masyarakat Muna.
“Kita sebenarnya besar jika bersatu. Hanya saja yang masih kurang adalah kesadaran untuk terus bersama,” tandasnya.
Ia berharap masyarakat Muna di berbagai daerah dapat terus saling mendukung demi kemajuan bersama.
“Kita ini besar, hanya saja masih kurang sadar. Saya berharap ke depan untuk hal apa pun kita bisa saling bersatu dan mendukung, baik yang ada di Kota Kendari maupun daerah lainnya,” harapnya.
Dewan Pembina LBM lainnya, Bachrun, menambahkan pentingnya kebersamaan dalam membangun organisasi dan masyarakat.
“Kalau kita bersama-sama untuk saling memberi pikiran maka pasti kita akan terus bertumbuh dan besar,” tambahnya.






