Kendari, Radarsultra.co.id – Komisi II DPRD Sultra menduga ada kejanggalan dalam penyaluran stock Bahan Bakar Minyak (BBM) Industri maupun subsidi. Hal itu ditengarai oleh seringnya terjadi kelangkaan BBM Industri yakni gas dan stock BBM subsidi yang kerap habis terutama jelang bulan Ramadhan dan hari-hari besar Nasional.
Saat menemui pihak manajemen PT. Pertamina Persero di Terminal BBM Pertamina Sultra, Selasa(11/4/2017), Wakil Ketua Komisi II Abdul Rasyid, sempat mempertanyakan proses penyaluran stock BBM dari terminal ke distributor hingga ke tangan masyarakat.
Pihak manajemen terminal BBM Pertamina Sultra sendiri menyatakan, tidak bertanggungjawab atas kelangkaan yang terjadi.
“Kami hanya mempersiapkan stock khusus BBM, untuk penyalurannya itu bukan lagi bagian kita, sudah ada manajemen untuk penyaluran BBM subsidi maupun Industri,” jelas Superpvisor Pertamina Persero Jayadi, kepada Radarsultra, Selasa (11/4/2017).
Tidak puas dengan jawaban manajemen perusahaan penyedia BBM tersebut, dewan menyimpulkan bahwa kekurangan stock yang kerap terjadi diakibatkan oleh lemahnya pengawasan terhadap pembatasan kuota BBM jenis Industri maupun subsidi.
Sehingga, menurut Rasyid, kelangkaan stock tersebut bisa memberikan peluang kepada oknum-oknum tertentu untuk melakukan penimbunan BBM yang berakibat pada melonjaknya harga BBM di masyarakat.
“Kami menduga ada kejanggalan disini, semuanya bisa terjawab di hearing nanti. Kita akan panggil pihak manajemen untuk membuka rapat dengar pendapat terkait masalah ini, karena kebutuhan bahan bakar ini sangat vital bagi masyarakat,’’urai Rasyid.
Untuk itu, rencananya pihak Komisi II DPRD Sultra yang menangani persoalan energi SDM dan Pertambangan akan memanggil pihak terkait, termasuk pimpinan PT. Pertamina Persero selaku perusahaan penyedia stock BBM, dan Perusahaan Cahaya Internasional Indonesia sebagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPPBE) Sultra. (A)






