Kendari, Radar Sultra.co.id – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), Sulawesi Tenggara (Sultra), Brigjen Pol Iriyanto, dijadwalkan akan berkunjung di Kelurahan Puuduria, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, pada Sabtu (02/03/2019). Dalam kunjungannya tersebut, Kapolda Sultra sekaligus akan membuka Turnament Balapan Trail Ojek Tani.

Kapolda Sultra mengatakan, dalam agenda kunjungannya tersebut dilaksanakan dalam rangka silahturahmi bersama masyarakat petani dengan melaksanakan beberapa kegiatan yang diharapkan dapat menyentuh dan memacu semangat para petani untuk terus meningkatkan produktifitas sektor pertanian di Konawe.
“Kita ketahui bahwa daerah Konawe ini memiliki potensi yang besar pada bidang pertanian dan perkebunan. Perlu banyak sentuhan yang harus diberikan kepada para petani ini, baik perhatian mendukung kegiatan pertanian dengan memberikan bantuan. Hal ini dilakukan untuk dapat memacu semangat masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian yang ada di wilayah ini,” ujar Brigjen Pol. Iriyanto, Kamis, (28/02/19).
Selain itu, Jenderal bintang satu ini mengungkapkan bahwa tugas Kepolisian tidak hanya bergerak sebagai penegak hukum saja, namun Polisi sebagai pengayom masyarakat juga diharuskan untuk dapat mendekatkan diri dan merangkul masyarakat agar masyarakat bisa merasa terlindungi dan mendapat dukungan dalam beraktifitas seperti halanya aktifitas pertanian.
“Polri saat ini terus berupaya lebih dekat berada ditengah masyarakat dengan memberikan dukungan pada sektor pertanian, perkebunan dan peternakan. Hal ini dilaksanakan dalam rangka mewujudkan Polri yang promoter dan humanis. Polisi tidak lagi dikenal sebagai sosok yang garang dan harus ditakuti, namun kami justru ingin memperkenalkan kepada masyarakat bahwa Polri pengayom dan pelayan masyarakat,” terangnya.
Kaitanya dengan turnamen trail ojek tani, lanjut Iriyanto, merupakan terobosan yang digerakan untuk menarik perhatian dan minat daerah lain dalam agrowisata pertanian.
“Turnament ini juga sebagai momentum untuk kami dari institusi Polri untuk dapat bertatap muka langsung dan mengenal lebih dekat kepada masyarakat petani. Selain memberikan hiburan, kami berharap para petani ini bisa terus termotivasi dalam kegiatan pertanian yang dapat meningkatkan hasil panen, menuju swasembada pengan,” jelasnya.
Untuk diketahui Ojek gabah sendiri menggunakan motor yang sengaja dimodifikasi sedemikian rupa untuk memudahkan proses pengangkutan gabah petani. Ojek gabah ini melintasi areal persawahan dan jalan usaha tani saat musim panen tiba.
Peserta akan berkompetisi di arena balap yang menggunakan lahan persawahan. Masing-masing peserta akan dibebankan sambil membawa padi yang dimasukan dalam karung di arena balap.






