Kendari, Radarsultra.co – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, secara resmi membuka rangkaian kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 di Kota Kendari. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan BIK tidak boleh berhenti pada seremoni semata, melainkan harus menjadi momentum strategis untuk mendorong perputaran ekonomi daerah melalui penggunaan uang secara produktif.
“Ini kan sebenarnya bulan inklusi keuangan, artinya bulan menggunakan uang. Jadi bagi mereka yang memiliki uang, apakah ditabung atau dibelanjakan. Kami berharap dengan adanya Bulan Inklusi ini maka tingkat perekonomian kita akan meningkat karena mereka menggunakan uang,” ujar Andi Sumangerukka.
Gubernur juga menekankan pentingnya peningkatan inklusi keuangan yang sejalan dengan peningkatan daya beli masyarakat, terutama untuk mendukung produk dan pelaku usaha lokal. Ia berharap agar momentum BIK 2025 dapat memberikan dampak langsung bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Semoga saja yang menggunakan uang itu membeli di UMKM. Kalau dia beli di UMKM, berarti meningkatkan pendapatan UMKM kita juga. Artinya, UMKM kita juga punya uang, lalu bisa menabung. Setelah dia menabung, itu nanti bisa digunakan untuk investasi bahkan masa depan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Andi Sumangerukka mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra telah menyiapkan langkah konkret dalam mendukung inklusi keuangan, terutama melalui pendampingan kepada masyarakat agar mampu mengelola keuangannya secara bijak.
“Upaya pemerintah untuk mendukung inklusi keuangan yakni kami lakukan pendampingan agar masyarakat tidak hidup konsumtif, sehingga uang yang ada bisa digunakan untuk masa depan, apakah itu investasi atau jangka panjang,” tutup Gubernur Sultra.






