1

Aksi Demo Kasus Korupsi Nur Alam Berujung Rusuh

1

Kendari, Radarsultra.co.id – Aksi demo yang dilakukan oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Hukum Sulawesi Tenggara (AMPH – SULTRA) di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Pada pukul 11.00 Wita, Jum’at (28/04/17) berujung rusuh.

Akibatnya Sound System dirusak dan sopir mobil yang digunakan saat aksi mendapat pukulan hingga memar dan berdarah dibagian mata kanannya.

1

Aksi damai tersebut mulai rusuh ketika permintaan massa aksi untuk bertemu dan berdiskusi bersama anggota komisi satu DPRD Sultra mengenai kasus Korupsi Gubernur Sultra, Nur Alam yang terkesan mengendap tidak diamini oleh Staf DPRD Sultra dengan alasan bahwa tidak ada seorangpun anggota komisi satu DPRD Sultra di dalam gedung megah DPRD Sultra tersebut.

Akibatnya pengunjukrasa geram dan mencoba memastikan sendiri ke dalam gedung DPRD Sultra dengan cara menerobos gerbang gedung DPRD Sultra, hingga terjadilah aksi saling dorong antara massa dan staf serta security yang bertugas pada saat itu.

BACA JUGA :  Wilayah Operasinya Diblokir, PT.AKP Sebut Warga Termakan Opini Sesat PT.AKM

Bukan hanya itu, Mic Sound System yang digunakan oleh massa untuk berorasi juga dirusak oleh pihak Staf DPRD Sultra ketika salah seorang orator sedang berorasi mengenai Kasus Korupsi Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara, Nur Alam terkait penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) terhadap PT. Anugrah Harisma Berkah yang penerbitannya dimulai sejak tahun 2009 sampai 2014 lalu.

Selain itu, seorang sopir mobil, Abdi (25) warga garsa-gorse pasar baru Kendari yang mengemudikan mobil massa mendapatkan pukulan dimata sebelah kanannya hingga berdarah.

Saat dikonfirmasi, Abdi membenarkan hal tersebut dengan mengatakan bahwa ia telah dipukul oleh seseorang yang tidak dikenal pada saat berada di dalam mobilnya.

“Kejadiannya tadi saya mau pergi tapi banyak yang halang, terus tiba-tiba baju saya ditarik dan saya ditinju, waktu itu saya mau lari dan injak gas tapi ada orang di depan yang menghalangi mobil,” kata Abdi (28/04/17).

BACA JUGA :  Kemendag RI Pantau Harga Stok dan Harga Bapok di Pasar Mandonga

Ia berharap agar pihak kepolisian segera menindak lanjuti pelaku kekerasan tersebut.

“Tentunya kami berharap pelaku yang melakukan kekerasan terhadap kawan kami segera ditindak lanjuti,” tukasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Mandonga, AKP Andri Setiawan yang sedang melakukan pengamanan aksi pada saat itu, mengatakan bahwa kasus tersebut akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

“Semua ada prosedurnya dan kita akan tindak lanjuti, segera buat laporannya dulu,” kata AKP Andri.

Setelah mendapatkan perlakuan kasar tersebut, Abdi bersama pengunjukrasa  sempat mencoba untuk melakukan perlawanan terhadap orang yang diduga preman yang melakukan pemukulan itu.

Beruntung pada saat itu pihak kepolisian berhasil mencegah aksi tersbut dan menenangkan massa dengan berkata bahwa pemukulan tersebut akan diproses sesuai hukum.(A)

1
1