Kendari, Radarsultra.co.id – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) ada 8 kabupaten di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang menjadi lumbung produksi jagung hingga Agustus 2018.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra, Muhammad Nasir mengatakan, kedelapan kabupaten itu adalah Buton, Muna, Konawe, Konawe Selatan (Konsel), Kolaka Utara (Kolut), Kolaka Timur (Koltim), Muna Barat (Mubar) dan Kolaka.
Lebih rinci, ia menjelaskan, pada realisasi periode I (Januari-April) dan periode II (Mei-Agustus) 2018 Buton memproduksi jagung sebanyak 4.146 ton, Muna 13.154 ton, Konawe 9.312 ton, Konsel 18.847 ton, Kolut 70.644 ton, Koltim 9.287 ton, Mubar 17.333 ton dan Kolaka 5.908 ton.
Sementara itu, realisasi luas panen di Buton 1.227 hektar, Muna 7.867 hektar, Konawe 2.151 hektar, Konsel 4.929 hektar, Kolut 11.338 hektar, Koltim 2.452 hektar, Mubar 6.157 hektar dan Kolaka 1.094 hektar.
“secara umum realisasi produksi jagung Januari-April 2018 di Sultra mencapai 105.373 ton dengan provitas 37.29 kuintal/hektar dan luas panen 28.259 hektar,” kata Nasir saat dikonfirmasi, Kamis (15/11/2018).
Realisasi produksi Mei-Agustus 2018 mencapai 58.066 ton, provitas 41.42 ku/ha dan luas panen 14.020 hektar.
Tahun 2016 produksi jagung mencapai 90.007 ton, naik 91.18 persen pada tahun 2017 menjadi 172.078 ton. Kemudian naik 24.95 persen pada angka produksi sementara atau angka ramalan tahun 2018 sebesar 214.989 ton.
Ini seiring dengan peningkatan luas panen, dari tahun 2016 yang hanya sekitar 30.816 hektar naik 49 persen di tahun 2017 menjadi 45.917 hektar. Kemudian luas panen sementara atau angka ramalan tahun 2018 juga naik 17.74 persen menjadi 54.062 hektar.
Laporan: Robiah Adawiah






