Kendari, Radarsultra.co.id – Dari Januari hingga Agustus tahun 2018, ada 68 hektar lahan padi ladang yang mengalami gagal panen di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kepala Bidang Statistik Produksi BPS Sultra Toto Haryanto Silitonga menyampaikan, melalui data rilis pada rapat koordinasi produksi tanaman pangan belum lama ini di Kendari jika dari total luas tanam padi ladang 4.114 hektar ada 68 hektar mengalami puso atau gagal panen.
Lebih rinci dijelaskan, pada periode Januari-April 2018 luas total tanam ada 2.056 hektar dan yang mengalami gagal panen 33 hektar. Sementara periode Mei-Agustus 2018 luas total tanam 2.058 hektar dan yang gagal panen 35 hektar.
“Daerah yang mengalami gagal panen terluas adalah Kota Baubau 28 hektar, Buton Utara (Butur) 14 hektar dari luas tanam 900 hektar , Buton 13 hektar dari luas tanam 242 hektar, Konawe Utara (Konut) 9 hektar dari luas tanam 43 hektar dan Konsel 2 hektar dari luas tanam 1.024 hektar,” kata Toto, Senin (19/11/2018).
Ia menjelaskan, jika optimalisasi lahan kering dapat dilakukan dengan penggunaan varietas unggul baru seperti Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10, dan Inpago 11, dan Inpago 12 Agritan. Selain berumur lebih pendek dan tahan penyakit tertentu, VUB (varietas unggul baru) tersebut juga memiliki potensi hasil yang cukup tinggi.
Kabid Tanaman Pangan Distanak Provinsi Sultra Suryati Raeba menegaskan hanya dua yang menjadi kendala utama petani padi baik itu sawah dan ladang yakni benih dan pupuk. Masih banyak petani yang belum menggunakan benih bersertifikat dan menggunakan pupuk secara maksimal.
Laporan: Robiah Adawiah






