Kendari, Radarsultra.co.id– Kuota penerima Beasiswa Bidikmisi Universitas Halu Oleo (UHO) Tahun 2017 mengalami penurunan, yang sebelumnya 2.257 turun menjadi 1.300 sehingga berkurang sebanyak 957 orang.
“Yang menjadi penyebab menurun, menurut informasinya disebabkan banyak perguruan tinggi yang baru berdiri, otomatis ada pengurangan jatah. Sebab sekalipun perguruan tinggi swasta juga harus menerima kuota Bidikmisi,” Ungkap Kepala Bidikmisi, Muamal Gadafi saat ditemui di ruangannya, Kamis (20/4/2017).
Selain itu, di UHO bukan hanya ada beasiswa bidikmisi. Melainkan ada juga beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA).
“Mungkin karena di UHO bukan hanya beasiswa Bidikmisi, tetapi ada beasiswa PPA. Yang sebelumnya kuotanya hanya 300 hingga 400, dan sekarang menjadi 1.300. Sehingga antara beasiswa bidikmisi dan beasiswa PPA berimbang jumlahnya,” tambahnya.
Kemudian mengenai seleksi dan keputusan lulusnya, yaitu pusat yang menentukan baik melalui jalur SNMPTN/SBMPTN.
“Misalkan kita diberikan kuota 1.300 orang, maka yang menyeleksi dan menentukan adalah pusat. Untuk SNMPTN jatahnya 50 persen, dan untuk SBMPTN/ SLMPTN belum di tentukan karena yang menentukan itu rektor atau pimpinan universitas,” katanya.
Untuk diketahui beasiswa Bidikmisi ditujukan kepada mahasiswa tidak mampu dan berprestasi, sedangkan untuk beasiswa PPA ditujukan kepada yang berprestasi tetapi tidak mesti tidak mampu melainkan yang mampu juga dapat memperolehnya asal berprestasi.
Adapun yang menjadi prioritas penerima Bidikmisi yaitu mereka yang sebelumnya di SMA penerima KIP, BSM, dan KIP.
“Mereka yang telah mempunyai Kartu Indonesia Pintar (KIP), Bantuan Siswa Miskin (BSM), dan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) menjadi prioritas sebab pemegang kartu tersebut dikategorikan miskin. Caranya cukup di scan dan di upload pada saat pendaftaran online. Namun yang tidak memiliki kartu tersebut bisa melampirkan surat keterangan tidak mampu,” jelasnya. (C )






