Kendari, Radarsultra.co.id – Dr. Zamrun akhirnya dilantik sebagai Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2017-2021. Pelantikan dilakukan oleh Menristekdikti Muhammad Nasir di Jakarta, Selasa (18/7/2017).
Nasir dalam sambutannya berpesan, jangan biarkan muncul konflik baru di kampus setelah pelantikan. Rektor harus mampu menjalin kerja sama yang baik kepada seluruh elemen dalam rangka mencerdaskan anak bangsa.
“Kerjasama yang baik harus dilakukan antara semua, baik dosen, administrasi, mahasiswa, masyarakat serta pemerintah daerah. Jangan memunculkan konflik baru, sebab semuanya bagian dari universitas,” tuturnya.
Dr. Muhammad Zamrun F, S.Si, M.Si M.Sc dilantik di Gedung D Lantai 2 Kemenristek Dikti Jalan Jenderal Sudirman Pintu I Senayan Jakarta.
“Pelantikan ini dilaksanakan setelah melakukan proses panjang untuk memilih putra putri terbaik di universitas dalam rangka meningkatkan kualitas universitas menjadi lebih baik. Pelantikan ini menjamin keberlangsungan PT kedepannya dalam era kelas nasional maupun internasional,” ungkap Muhammad Nasir.
Ia mengatakan, pada momen pelantikan ini, rektor yang dilantik akan memiliki amanah dan tanggung jawab yang besar bagi universitas.
“Dengan dilantiknya rektor terpilih, harus mampu menyatukan semua elemen yang ada di kampus, semua sendi-sendi dalam kampus bersatu dalam rangka memajukan universitas,” tambahnya.
Nasir berharap, UHO menjadi contoh dalam merangkul dan memajukan universitas. “Yang terpenting, bagaimana bergerak cepat mengejar ketertinggalan. Publikasi harus terus ditingkatkan,” tutupnya.
Sementara itu, Dr. Muhammad Zamrun menegaskan, dengan dilantiknya rektor defenitif, yang penting dilakukan yaitu membangun UHO mampu bersaing.
“Mari sama-sama kita bangun UHO menjadi universitas yang mampu bersaing di kancah nasional, regional dan internasional,” kata Zamrun.
Untuk diketahui, pelantikan Rektor UHO dilakukan bersama Rektor Musamus di Jakarta pukul 13.00 WIB. Dr. Zamrun dilantik setelah meraih suara terbanyak yakni 71 suara, disusul Prof Buyung Sarita 61 suara dan Prof La Sara 16 suara pada Juni 2017 lalu.(b)






