Kendari, Radrsultra.co – Kontingen Sulawesi Tenggara (Sultra) menutup perjuangan mereka pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri ke-II yang berlangsung di Kudus, Jawa Tengah.
Gelaran yang digelar sejak 11 hingga 26 Oktober 2025 itu resmi berakhir dengan cabang olahraga Wushu menjadi penutup bagi kontingen Sultra, meski tanpa tambahan medali dari cabor tersebut.
Dari seluruh rangkaian pertandingan, Sultra berhasil membawa pulang total 9 medali, terdiri dari 2 medali perak dan 7 medali perunggu.
Raihan ini datang dari sejumlah cabang olahraga, yakni Taekwondo, Shorinji Kempo, Pencak Silat, dan Sambo.
Rincian Perolehan Medali Sultra:
Taekwondo: 1 Perak, 2 Perunggu
Shorinji Kempo: 1 Perak, 1 Perunggu
Pencak Silat: 2 Perunggu
Sambo: 2 Perunggu
Berikut nama-nama atlet yang berhasil menyumbangkan medali untuk Sulawesi Tenggara:
1. Muhammad Muliadi – Taekwondo (Kelas Menengah Under 87 kg Putra) – Perak
2. Achmad Djildan – Shorinji Kempo (Randori Perorangan Kelas 55 kg Putra) – Perak
3. Nur Khafifah Rozalddin – Pencak Silat (Seni Tunggal Putri) – Perunggu
4. Bripda Harya Alimin – Pencak Silat (Kelas H Putra 80–85 kg) – Perunggu
5. Muhammad Harun Yahya – Sambo (Youth Putra -53 kg) – Perunggu
6. Muh Jodi Setiawan Tandena – Sambo (Kelas -71 kg Putra) – Perunggu
7. Aldi Gunawan – Shorinji Kempo (Randori Perorangan Kelas 60 kg Putra) – Perunggu
8. Iluh Sinta Sundariasih – Taekwondo (Kelas Welter Under 67 kg Putri) – Perunggu
9. Masyuri Wardani Nurdin – Taekwondo (Kelas -54 kg Putra) – Perunggu
Perolehan medali tersebut menjadi hasil nyata perjuangan para atlet Sultra selama mengikuti rangkaian pertandingan yang berlangsung ketat dan penuh persaingan.
Meski belum berhasil meraih medali emas, capaian ini tetap menjadi catatan positif, sekaligus bahan evaluasi bagi pengurus cabang olahraga dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sultra untuk meningkatkan pembinaan atlet ke depannya.
Event PON Beladiri II ini sendiri merupakan ajang nasional yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai provinsi dalam cabang olahraga beladiri, sekaligus menjadi barometer prestasi atlet daerah sebelum menuju kompetisi tingkat lebih tinggi.***






