Kendari, Radarsultra.co.id – Salah seorang Wartawan JPNN, La Ode Deden mengalami tindak penganiayaan oleh oknum Satpol PP saat melakukan peliputan aksi unjuk rasa (unras) di depan rumah jabatan (rujab) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis, (10/02/2022), pukul 11.00 WITA.

Saat dikonfirmasi melalui telepon pada Jumat, (11/02/2022), Deden menjelaskan bahwa saat itu dirinya sedang meliput aksi unras mahasiswa terkait penolakan Alfian Taufan Putra, anak dari Gubernur Sultra untuk menjadi Ketua HIPMI. Saat situasi mulai memanas dan dilakukan aksi bakar ban, dirinya lalu fokus ambil gambar.
Situasi yang memanas membuat Satpol PP dan Polisi bertindak tegas. Pada situasi itu, tiba-tiba seorang Satpol PP bernama La Ode Boner mendadak memukul tangan Deden sehingga membuat smartphone yang dia gunakan untuk meliput peristiwa bentrok terlepas dari genggaman, dan jatuh ke aspal.
“Boner keberatan melihat saya fokus meliput rekannya seorang anggota Pol PP yang mengamuk di tengah kerumunan massa, dan dari tindakan kekerasan itu, rekan-rekan jurnalis lain yang tengah meliput spontan berusaha melindungi saya dengan meneriakan kata ‘wartawan itu…wartawan itu’ sambil berusaha melerai, mencegah kekerasan berlanjut. Seketika Boner mundur menjauhi keributan, setelah mengetahui saya adalah jurnalis,” ungkapnya.
Deden juga mengatakan atas insiden tersebut ada oknum polisi yang hampir memukulnya, untung saja dapat dihentikan.
“Ada seorang polisi yang mencoba memukul tapi dihalangi rekan wartawan lain,” ujarnya.
Atas insiden tersebut Deden mengalami kerugiaan secara materi dan shock.
“Alat peliputan saya berupa smartphone rusak dan kacamata saya pecah. Sementara kondisi psikis saya masih shock berat,” jelas Deden.






