Wawonii, Radarsultra.co – Seorang wanita tulang punggung keluarga asal Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), mengungkapkan kepedihan dan kekecewaannya setelah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dari perusahaan tempatnya bekerja.
Ramalia, yang memiliki empat anak, kini harus berjuang lebih keras untuk menghidupi keluarganya.
Dalam ekspresi kekecewaan, ia menyatakan harapannya kepada pemerintah Kabupaten Konkep agar tempatnya bekerja bisa kembali beroperasi.
“Mudah-mudahan kasian PT. GKP bisa kembali beroperasi supaya bisa kerja lagi,” harap Ramalia usai mengikuti kegiatan aksi damai di kantor bupati Konkep, Senin, (23/10/2023).
“Apalagi saya punya empat anak, sudah berharap di situ, mana sudah tidak ada suami,” lanjutnya.
Setelah bersama ratusan karyawan lain di-PHK oleh perusahaan, Ramalia mengungkapkan kesulitan mendapatkan pekerjaan baru.
Terlebih lagi, terhentinya aktivitas PT GKP dapat berdampak pada perputaran ekonomi di beberapa sektor seperti perdagangan.
“Susah kasian pak cari kerja. Sekarang ini, harapan kami satu-satunya cuma PT Gema Kreasi Perdana,” tambahnya.
Ramalia juga berharap Pemda bersama DPRD Konkep segera mengambil langkah untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat dan memperhatikan nasib ratusan karyawan yang terkena PHK.
“Kasian kami pak, kemana lagi harus mengadu? Saya juga mohon agar Pemerintah pusat bisa memikirkan nasib ratusan karyawan yang di-PHK akibat penghentian sementara aktivitas PT GKP.”
Untuk diketahui, ribuan warga yang menggantungkan hidupnya dengan bekerja di PT GKP melakukan aksi demonstrasi pada Senin (23/10/23).
Demonstrasi ini sebagai bentuk protes terhadap penghentian aktivitas PT Gema Kreasi Perdana yang berujung pada PHK.
Para demonstran menuntut Pemda dan DPRD Konkep agar segera mengambil langkah cepat agar perusahaan bisa kembali beroperasi seperti sediakala.*






