Kendari-Radarsultra.co.id :Pengamat Ekonomi sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) Syamsul Anam menilai, perekonomian daerah akan meningkat jika sektor primer seperti pertanian dan kelautan berjalan efektif.
“Contoh, jika sektor primer kita seperti pertanian, dengan sendirinya sector sekunder seperti transportasi dan perbannkan juga akan berjalan efektif,’’ ujar Syamsul, Jumat di Hotel Clarion (20/1/2018)
Untuk mendukung pemberdayaan di sektor primer tersebut, Syamsul menyatakan, perlu ada regenerasi di tiga sector primer seperti pertanian, perikanan, dan perkebunan.
“Lahan perkebunan misalnya, di daerah kita masih banyak lahan perkebunan yang dikelola oleh kakek nenek, orang tua, cenderung sudah tidak ada regenerasi kepada anak cucu. Karena, anak cucu ini sudah focus ke Sekolah, sehingga tidak bisa diberdayakan, lahan kalau tidak dikelola pasti akan mati dan itu berdampak pada berkurangnya mobilitas perekonomian kita sehingga mengurangi sumber devisa kita,’’ ujar Syamsul
Sebagai solusi, Syamsul menghimbau agar Pemerintah Kota dan Pemerintah Provinsi tidak hanya focus di sektor pembangunan, namun seluruh sector harus berjalan beriringan.
Selain mengembangkan sector primer, calon walikota Zayat Kaimoedin juga menilai home industry (industry rumahtangga) juga ikut andil memberikan sumbangsih bagi perekonomian suatu daerah.
(Ketgam: Zayat Kaimoedin (paslon walikota no. urut 3)
“Contoh Negara Asia yaitu China, walaupun diguncang dengan arus MEA, namun negara tirai bamboo ini masih bisa mengandalkan sector home industry seperti mainan pesawat yang banyak beredar disini,’’ jelas Derik, sapaan akrabnya.
Home industry skala kecil termasuk Jambu mete dinilai derik telah menunjukkan identitas kepariwisataan dan kedaerahan dengan terus menunjukkan identitas lewat kemasan yang menarik.
“Home industry Jambu mete ini bukan lagi skala kecil, karena identitasnya sudah diakui masyarakat, kedepan semoga disektor lain juga bisa berkembang terutama yang tiga sector ini yaitu sector primer, sekunder, dan tersier,” jelasnya ( C )






