Kendari, Radarsultra.co — Ketua RW 05 Kelurahan Anawai, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari, Mirkas, mendesak sejumlah developer perumahan yang melakukan pembangunan di wilayah tersebut agar segera membangun kolam retensi sebagai langkah mitigasi banjir.
Mirkas menegaskan, pembangunan perumahan yang masif tanpa dibarengi sistem pengendalian air yang memadai berpotensi menimbulkan genangan hingga banjir, terutama saat intensitas hujan tinggi. Kondisi tersebut, kata dia, mulai dirasakan warga di beberapa titik di wilayah Anawai.
“Developer tidak boleh hanya fokus membangun rumah, tapi juga harus bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan. Kolam retensi sangat penting untuk menampung limpasan air hujan agar tidak langsung mengalir ke permukiman warga,” ujar Mirkas, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, sebagian besar kawasan resapan air di wilayah Anawai kini berkurang akibat alih fungsi lahan menjadi perumahan. Tanpa kolam retensi, air hujan dikhawatirkan mengalir ke jalan dan rumah warga, sehingga meningkatkan risiko banjir serta kerusakan infrastruktur.
Mirkas juga meminta pemerintah kelurahan dan instansi terkait bersikap lebih tegas dalam mengawasi perizinan pembangunan perumahan, khususnya kewajiban penyediaan fasilitas pengendalian banjir.
“Ini demi kepentingan bersama. Jangan sampai warga yang sudah lama tinggal di sini justru dirugikan akibat pembangunan yang tidak memperhatikan aspek lingkungan,” tegasnya.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Ikas itu menyebut RW 05 Anawai merupakan salah satu titik langganan banjir. Karena itu, dibutuhkan kepedulian bersama dalam penanganannya.
“Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari kan sudah mewajibkan kepada para developer agar membuat kolam retensi di wilayah perumahan yang dibangun,” pungkasnya.***






