Kendari, Radarsultra.co.id – Ayam Arab memiliki keunggulan dibandingkan dengan ayam broiler maupun ayam kampung. Olehnya itu, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mendorong pengembangannya.
Kepala Distanak Provinsi Sultra Muhammad Nasir mengatakan, uniknya, pejantan ayam Arab bisa kawin setiap lima menit. Kuningan telurnya lebih besar dan warnanya lebih terang, ditambah lagi pejantan ayam Arab memiliki kemampuan populasi tinggi.
“ayam Arab memiliki keunggulan dari segi vitalitas atau kemampuan untuk bertahan hidup yang tinggi. Kemudian, Ayam Arab juga cukup tahan terhadap jenis penyakit unggas pada umumnya,” kata Nasir saat dikonfirmasi, Sabtu (6/10/2018).
Ia melanjutkan, produksi telurnya pun di atas kemampuan jenis ayam lainnya dan kandungan nutrisi dalam ayam Arab jauh lebih baik pula dibanding ayam boiler dan lokal.
“Kami akan berusaha agar tahun ini Sultra kebagian jatah paling tidak 20 ribu ekor ayam Arab,” katanya.
Distanak sendiri meminta agar sebelum bibit ayam tersebut disalurkan ke kabupaten dan kota atau kelompok ternak terdekat, lebih dulu dipelihara di UPTD Balai Peternakan Sultra di Konda.
“Betina itu bisa dikembangkan, karena masih induk yang asli. Asal kawin dengan jantannya akan bisa dikembangkan. Dari itulah yang akan disebar ke kelompok ternak,” ujarnya
Saat ini ada sekitar 2.500 ekor ayam Arab yang berumur kurang lebih satu bulan. Nantinya, di usia tiga bulan, Distanak Sultra akan menyeleksi antara jantan dan betina.
Laporan: Robiah Adawiah






