Kendari, Radarsultra.co – Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara menaikkan nilai paket penukaran uang dalam Program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 menjadi sebesar Rp5,3 juta per orang. Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan uang Rupiah masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri 2026 dapat terpenuhi secara optimal.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, menjelaskan bahwa peningkatan nilai paket penukaran tersebut merupakan bagian dari penguatan layanan kas kepada masyarakat.
“Nilai paket penukaran pada SERAMBI 2026 kami tingkatkan menjadi Rp5,3 juta per penukar, atau naik sekitar 23,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp4,3 juta,” ujarnya dalam giat Bincang Bareng Media (BBM), Senin, (9/2/2026).
Seiring dengan peningkatan nilai paket penukaran, Bank Indonesia Sulawesi Tenggara juga menyiapkan uang tunai sebesar Rp1,2 triliun selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp800 hingga Rp900 miliar.
Program SERAMBI 2026 merupakan agenda nasional Bank Indonesia yang bertujuan memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar serta menjaga kelancaran transaksi masyarakat pada periode meningkatnya kebutuhan uang tunai menjelang hari besar keagamaan.
Layanan penukaran uang Rupiah dalam Program SERAMBI 2026 dilaksanakan melalui kerja sama dengan perbankan, layanan kas keliling Bank Indonesia, serta penukaran bersama di berbagai lokasi strategis. Untuk meningkatkan kemudahan, pemerataan, dan ketertiban layanan, penukaran uang dilakukan menggunakan sistem digital PINTAR Bank Indonesia.
Adapun paket penukaran uang terdiri dari pecahan uang kecil, mulai dari Rp50.000, Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, hingga Rp2.000, yang disiapkan untuk mendukung kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.
Bank Indonesia Sulawesi Tenggara menjadwalkan pelaksanaan soft launching Program SERAMBI 2026 pada Jumat, 13 Februari 2026, bertempat di Kantor Bank Indonesia Sulawesi Tenggara. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pelepasan armada mobil kas keliling serta penyampaian informasi resmi terkait jadwal, lokasi, dan bank pelaksana layanan penukaran uang.
Selain layanan penukaran uang, Bank Indonesia Sulawesi Tenggara juga mendorong penguatan ekonomi syariah melalui fasilitasi sertifikasi halal, khususnya pada sektor pemotongan hewan dan produk daging. Sertifikasi halal mencakup aspek tata cara penyembelihan, proses penanganan daging, hingga kelayakan fasilitas Rumah Potong Hewan (RPH).
Pada tahun 2026, Bank Indonesia Sulawesi Tenggara menargetkan sekitar 30 hingga 40 pelaku UMKM dapat mengikuti program pelatihan dan sertifikasi halal, dengan jumlah yang disesuaikan berdasarkan hasil verifikasi dan pemenuhan persyaratan.






