Kendari, Radarsultra.co.id – Padi organik varietas Kambowa sebagai program Kabupaten Buton Utara dibantu langsung oleh pusat. Pusat pun memberikan anggaran besar untuk pengembangan padi organik ini.
UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan (BPSBTP) Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra siap mensukseskan program padi organik yang digagas Pemerintah Kabupaten Buton Utara ini.
“Makanya kami dari BPSB kemarin itu secara inisiatif kami ke sana. Melakukan pembinaan, bagaimana supaya bisa lebih dipertanggung jawabkan. Bagaimana mengambil peran untuk mensukseskan program ini. Brand organik yang digagas oleh Pemerintah Buton Utara,” ujar Kepala BPSBTP Safruddin kepada Radarsultra.co.id melalui sambungan telepon, Senin (3/9/2018).
Program tersebut nantinya akan mendapat label tersendiri sesuai dengan yang dikembangkan yakni varietas Kambowa. “Ini nanti label tersendiri,” lanjutnya.
Dirinya menambahkan, jika pengujian untuk benih padi organik ini akan dilakukan menggunakan peralatan laboratorium milik BPSBTP yang telah terstandarisasi.
“Kita punya laboratorium tersendiri yang sudah standarisasi. Karena setiap tahun itu kan dikalibrasi semua alatnya. Ini baru-baru juga di kalibrasi lagi, jadi selalu distandarkan alatnya,” tambahnya.
Sementara itu, Pemkab Butur sendiri telah mendapat respon yang positif dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian untuk pengembangan padi organik.
“Memang ini adalah program kabupaten dan dibantu langsung oleh pusat. Karena ini organik. Jadi sangat direspon oleh pusat. Makanya mereka diberikan juga anggaran yang besar untuk pengembangan padi organik,” bebernya.
Untuk diketahui, BPSBTP tengah melakukan pengawalan secara intensif dari program pengembangan padi organik yang dicanangkan Pemkab Buton Utara.
“Untuk yang jadi sumber benih saja. Jumlahnya sekitar 20-50 ha. Itu yang akan di monitor secara efektif menjadi sumber benih dia. Yang dikawal oleh teman-teman di lapangan,” pungkasnya.
Laporan : Benny Laponangi






