Konawe Selatan, Radarsultra.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara mengambil langkah proaktif untuk mendorong kemajuan ekonomi daerah, dengan memfokuskan pada komoditas unggulan kakao. Pada 25 September 2025, OJK Sultra menginisiasi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Program Pengembangan Ekonomi Daerah yang secara khusus menyasar sektor kakao. Acara krusial ini dilaksanakan di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), salah satu sentra produksi kakao utama di provinsi yang telah 15 tahun terakhir menempati posisi produsen kakao terbesar kedua secara nasional.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari akselerasi Program Pengembangan Ekonomi Daerah tahun 2025. Kolaborasi dalam MoU ini melibatkan spektrum mitra yang luas, meliputi Industri Jasa Keuangan (IJK) seperti Bank Mandiri, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Tenggara, dan PT BPR Bahteramas Konawe Selatan, serta perusahaan offtaker terkemuka PT Comextra Majora, dan perwakilan kelompok tani dari Kecamatan Lalembuu.
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, menekankan bahwa penandatanganan ini adalah titik awal yang penting untuk memperluas akses pembiayaan, mendorong peningkatan produktivitas, dan memperkuat pengembangan ekonomi lokal melalui sektor kakao. Keterlibatan PT Comextra Majora sangat vital karena perusahaan ini menjamin kepastian pasar dan secara aktif memberikan bimbingan teknis untuk meningkatkan kualitas produksi kakao petani agar sesuai standar pasar.
“MoU ini dirancang untuk menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan,” ujar Bismi.
Petani mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah, aman, terjangkau, dan berkesempatan meningkatkan keterampilan budidaya. Sementara IJK dapat memperkaya portofolio kredit produktifnya dan memperluas basis nasabah. Di sisi lain, PT Comextra Majora memastikan pasokan kakao berkualitas konsisten dari Kecamatan Lalembuu.
Selain penandatanganan, kegiatan di Konsel juga mencakup sesi edukasi keuangan dan bimbingan teknis. OJK Sultra, melalui Kepala Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Shintia Wijayanti Putri Purnamasari, mengedukasi masyarakat untuk selalu memanfaatkan fasilitas keuangan resmi. Petani juga menerima pelatihan langsung dari PT Comextra Majora tentang teknik menanam dan pengelolaan pascapanen, yang bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen. Kegiatan ditutup dengan peninjauan lokasi budidaya kakao seluas 20 Ha yang telah dibiayai oleh Bank Mandiri, menandai komitmen jangka panjang para pihak untuk membangun sektor kakao yang lebih sejahtera dan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.






