Kendari, Radarsultra.co.id – Masjid Al Alam telah digunakan untuk pertama kali masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kota Kendari sebagai tempat pelaksanaan shalat Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriah, satu-satunya di Indonesia masjid yang memiliki letak bangunan berada di tengah laut.
“Menurut informasi hingga saat ini hanya ada dua masjid di dunia yang memiliki letak bangunan berada di tengah laut dan teluk, bukan di pinggir laut yakni masjid Haji Ali Dargah di India dan Masjid Al Alam di Kendari,” kata Gubernur Sultra Nur Alam saat khutbah di Mesjid Al Alam, Minggu (25/6/2017).
“Terkait pemberian nama Al Alam berasal dari bahasa arab yang berarti alam, menggambarkan padu padan keindahan sebuah arsitektur bangunan masjid dan keindahan panorama alam sekitarnya laksana surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, jannatu adnin tajriimin tahtihal an haru,” tambahnya.
Dalam shalat Idul Fitri, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Mursidin bertindak sebagai Imam. Turut hadir Wakil Gubernur Sultra Saleh Lasata, Sekda Provinsi Lukmam Abunawas dan Kapolda Sultra Brigjen Pol Andap Budhi Revianto SIK serta ratusan masyarakat Sultra.
Nur Alam dalam khutbahnya juga menyampaikan Masjid Al Alam bukanlah milik pribadi melainkan milik seluruh masyarakat Sultra yang merupakan simbol keimanan dan ketaqwaan serta lambang keagungan peradaban umat muslim di Sultra.
“Meski progres pembangunannya masih dalam kondisi seperti ini, tetapi mesjid Al Alam telah difungsikan sebagai tempat ibadah, seperti shalat subuh dan tarwih saat Ramadan,” imbuhnya.
Seiring dengan pembangunan infrastrutur fisik, hal yang tidak kalah penting saat ini Pemprov Sultra tengah melaksanakan program Sultra beribadah yang berisi lima poin ajakan Gubernur bagi (Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup pemprov.

Pertama, Ajakan shalat subuh berjamaah di Masjid Raya Al Kautsar Kendari, kedua ajakan shalat Jumat di Mesjid Raya Al Kautsar Kendari, ketiga ajakan penunaian zakat, infaq dan shadaqah, keempat ajakan puasa sunnah senin dan kamis dan terakhir ajakan silaturahim secara bergiliran di kediaman pejabat eselon dua setiap senin dan kamis malam.

Gubernur berharap program Sultra beribadah dapat merambah luas menjadi gerakan kesadaran spritual masyarakat di kabupaten/kota se Sultra.(**)






