1

Masyarakat Sultra Menampakan Respon Positif Terhadap Sosok Figur Baru

1

Kendari, Radarsultra.co.id – Masyarakat Sulawesi Tenggara telah menampakan respon positif terhadap kehadiran Figur baru dari kepulauan, Marsekal Muda TNI AU, H Supomo, S.IP., M.Sc. Hal itu terbukti dengan besarnya antusias masyarakat di berbagai pelosok daerah di Sultra yang kerap mengundang dan menyambut kedatangan Sang Jendral TNI AU Bintang Dua tersebut di daerah mereka.

Salah satunya La Mali (72) tokoh masyarakat desa Andarowi, Purirano, Kecamatan Kendari, Sultra menyatakan rasa simpatiknya terhadap sosok Jendral Supomo yang kerap melakukan silaturahmi dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

1

“Saya La Mali dan 72 tokoh masyarakat di Desa Andarowi ini, tentunya kita berharap akan kehadiran sosok figur baru yang bersih, tegas, dan mampu bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ungkap Pria paru baya tersebut.

Bukan hanya itu Jendral Supomo yang juga pernah menjadi seorang pengajar di salah satu universitas di Indonesia tersebut juga kerap mendapatkan undangan dari masyarakat, maupun lembaga-lembaga pendidikan untuk membawakan materi dalam kegiatan seminar yang diadakan di berbagai lembaga atau universitas di Sultra.

BACA JUGA :  Wakil Bupati Konawe Selatan Pimpin Apel Perdana Usai Dilantik, Tekankan Pentingnya Kerja Sama

Jendral Supomo saat ditemui oleh awak media Rabu, (10/05/17) membenarkan hal tersebut.

“Antusias masyarakat juga positif dan banyak juga yang mengundang kami, meminta kami datang, antara lain besok saya diundang untuk menghadiri perkawinan di Konawe dan diminta untuk memberikan nasehat perkawinan disana. Setelah itu di Baubau ada seminar tentang hukum dan pertahanan dan kami juga menjadi pembicara, kemudian nanti juga ada rencana STIKES Mandala Waluya mengundang kami untuk memberikan pembekalan kepada para wisudawan dan alumninya karena setelah saya diskusi dengan para dosennya, penyerapan alumni atau lulusan Stikes sangat rendah,” ungkap Supomo.

Ia juga mengatakan bahwa untuk memperkenalkan diri ke masyarakat pihaknya lebih memilih melakukannya dengan cara silaturahim yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dibandingkan dengan sosialisasi yang lebih kental dengan nuansa politiknya.

BACA JUGA :  Puncak Perayaan HUT Sultra ke 53, dari Atraksi Penerjung Payung, hingga Festival Kuliner

“Kami prinsipnya merangkul kawan sebanyak-banyaknya, kami lebih tertarik dengan menggunakan istilah silaturahim daripada sosialisasi, sosialisasi itu konotasinya terlalu political sehingga mudah merangsang orang berpikiran macam-macam dan dikaitkan dengan berbagai kepentingan, yang kami bawa temanya adalah silaturahim, karena silaturahim itu adalah mempererat hubungan antar masyarakat sehingga terhindar dari konflik,” tukas Supomo.

Hingga saat ini Supomo masih enggan memberikan bocoran mengenai siapa sosok yang akan mendampinginya di Pilgub nanti, namun pihaknya mengakui telah banyak melakukan komunikasi mengenai hal itu bersama beberapa figur Sultra lainnya.

“Kalau silaturahim banyak, tetapi kita harus hati-hati karena salah menggandeng bisa berakibat fatal, kita liat nanti bagaimana respon masyarakat, figur mana yang disukai, kita akan menggandeng figur yang bisa seirama dengan figur baru dan melihat respon daripada masyarakat,” tukasnya. (C)

1
1