Kendari, Radarsultra.co.id – Seorang mahasiswi Akademi Gizi (Akzi) Poli Teknik Kesehatan (Poltekkes) Kendari diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan yang terjadi di pada tanggal 11 September 2017 lalu terhadap Rahmat Pasari alias Fikran (18) warga jalan Patimura, Kelurahan Puuwatu Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra).
Menurut keterangan keluarga Korban, Mas’ud, Mahasiswi tersebut diketahui berinisial IR yang pada sesaat sebelum kejadian menjemput korban (Fikran.red) di kediamannya lalu korban digiring menuju rumah para pelaku penganiayaan.
“Menurut keterangan Fikran, dia dijemput sama perempuan atas nama IR menuju ke rumah Endang salah satu pelaku penganiayaan,” ungkap Mas’ud, Kamis (2/11/2017).

Menanggapi dugaan keluarga korban, pihak Radarsultra bersama beberapa awak media lainnya akhirnya menyambangi kampus IR di Akzi Poltekkes Kendari, Puuwatu untuk mengkonfirmasi terkait dugaan tersebut.
Saat ditemui di ruangannya, Sekretaris Jurusan (Sekjur) Akzi Kendari, Risma membenarkan bahwa IR adalah mahasiswi di Kampus tersebut namun pihaknya mengaku sama sekali tidak mengetahui tentang kasus yang melibatkan mahasiswinya tersebut.
“Memang benar ada mahasiswi kami yang atas nama IR, cuma kami sama sekali belum mendengar soal kasus ini,” ujar Risma.
Lanjut Risma, untuk menentukan sanksi yang akan diberikan kepada Mahasiswinya tersebut pihaknya masih akan memastikan dulu kebenarannya apakah penganiayaan tersebut terjadi pada saat jam pelajaran ataukah bukan.
“Kalau mahasiswi kami melakukan tindakan kriminal pada jadwal perkuliahan atau di area kampus, maka itu tanggungjawab kami sebagai dosen pendidik. Tapi jika mahasiswa kami melakukannya diluar jam perkuliahan, maka itu sudah masuk tanggungjawab orangtuanya,” kata Risma.
Saat ini pihak Kampus Akzi Poltekkes Kendari tengah mengumpulkan informasi dan saksi untuk memastikan apakah Mahasiswi IR benar-benar terlibat dalam kasus tersebut.(B)






