1

Korban Pemukulan Jalani Operasi Besar di RS Bahteramas, Gubernur Sultra Instruksikan Langkah Tegas Cegah Tawuran Pelajar

Korban Pemukulan Jalani Operasi Besar di RS Bahteramas, Gubernur Sultra Instruksikan Langkah Tegas Cegah Tawuran Pelajar
1

Kendari, Radarsultra.co — Alfiansyah, siswa SMA Negeri 12 Kendari yang menjadi korban pemukulan, masih menjalani perawatan intensif di RS Bahteramas.

Cedera serius di bagian kepala memaksa tim medis melakukan operasi darurat guna menyelamatkan nyawanya.

1

Direktur RS Bahteramas, dr. Muhammad Saiful, menjelaskan pasien mengalami trauma akibat hantaman benda keras yang menyebabkan perdarahan dan kompresi di dalam kepala.

“Tujuan operasi sekarang adalah mengangkat batok kepala itu supaya tekanan dalam kepala berkurang, kemudian sekaligus mengeluarkan perdarahan karena kalau tidak bisa mengancam nyawa pasien,” ungkap Saiful, Senin (18/8/2025).

Ia menambahkan, setelah kondisi stabil, operasi lain akan dilakukan, seperti penyambungan tulang lengan kiri yang patah serta pemasangan batok kepala palsu.

“Biasanya kalau di kepala itu sangat susah kita tentukan kapan kesadaran membaik, karena bergantung tingkat kerusakan otak,” katanya.

Selain cedera kepala, Alfiansyah juga mengalami patah tulang lengan kiri dan kerusakan gigi.

Proses resusitasi dilakukan sebelum operasi untuk memastikan kondisi fisiologis pasien stabil.

BACA JUGA :  ASR-Hugua Paparkan Progam Unggulan Saat Kampanye di Katobu

Total beberapa operasi lanjutan direncanakan hingga kondisi korban benar-benar pulih.

Di tengah situasi sulit ini, Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka hadir langsung menjenguk korban di RS Bahteramas.

Ia menyampaikan dukungan moril kepada orang tua Alfiansyah sekaligus menegaskan bahwa pemerintah akan menanggung seluruh biaya pengobatan.

“Sabar ya, semoga cepat pulih. Seluruh biaya pengobatan akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi. Kita doakan yang terbaik,” ujar Gubernur kepada keluarga korban.

Insiden ini mendorong Gubernur Andi Sumangerukka (ASR), mengambil langkah cepat untuk mencegah berulangnya kasus tawuran antarpelajar di daerah tersebut.

Saat menjenguk korban di RS Bahteramas, Gubernur Andi juga menggelar rapat koordinasi bersama kepala sekolah SMA/SMK se-Kota Kendari.

Dalam rapat itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, pemerintah, dan aparat keamanan dalam menangani permasalahan pelajar.

Sebagai respon atas insiden tersebut, Gubernur Andi menginstruksikan enam langkah strategis.

Pertama, patroli gabungan sekolah dan Satpol PP Provinsi di titik-titik rawan konflik pelajar.

BACA JUGA :  Sulaiman: Izin PT TAS dan ST Nickel Resource Sah

Kedua, identifikasi akar permasalahan oleh kepala sekolah bersama Dinas Pendidikan melalui pendekatan personal dan analisis situasi lingkungan.

Ketuga, penguatan kegiatan ekstrakurikuler kolaboratif untuk menumbuhkan interaksi sosial positif, bukan kompetisi yang memicu konflik.

Keempat, endekatan humanis dari guru dan kepala sekolah dalam pembinaan serta komunikasi dengan siswa.

Kelima, tes urin acak guna mencegah penyalahgunaan zat terlarang di kalangan pelajar.

Keenam, apel umum pelajar bersama gubernur untuk menanamkan nilai kedisiplinan, mempererat komunikasi, dan membangun semangat kebersamaan.

Menurut Gubernur, langkah-langkah tersebut tidak hanya untuk penanggulangan jangka pendek, tetapi juga sebagai upaya menciptakan iklim pendidikan yang sehat dan kondusif di Sulawesi Tenggara.

Gubernur menegaskan, penanganan tawuran tidak boleh berhenti pada sisi hukum semata, melainkan harus menyentuh akar persoalan yang kerap muncul di kalangan remaja.

Untuk itu, kolaborasi sekolah, orang tua, dan pemerintah sangat dibutuhkan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.***

1
1