1

Kesibukan Tak Melupakan Keluarga

Radarsultra.co.id
1

TOKOH INSPIRASI PERTANIAN BAGIAN-4    (Ir. H. Muhammad Nasir, MS)

Di balik padatnya kesibukan birokrasi melayani masyarakat, Muhammad Nasir masih menyempatkan diri menggeluti dunia organisasi. Di bidang olahraga ia tercatat sebagai Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Konawe tahun 2004-2009, dan Ketua Umum Tae-Kwondo Indonesia Kabupaten Konawe tahun 2010-2015,

1

Di bidang sosial kemasyarakatan ia menjadi Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Konawe 2007-2011, Ketua Umum Pimpinan Daerah Muhammadiah Kabupaten Konawe tahun 2011- 2014, Sekretaris Umum Lembaga Adat Tolaki Kabupaten Konawe tahun 2010-2014, Pengurus Kagama (Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada) Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Ketua Harian HKTI Prov Sultra periode 2014-2019.

Kesibukan yang padat merayap tak membuat Muhammad Nasir melupakan keluarga. Anak dan istri senantiasa mendukung segala aktifitasnya. Mereka menyadari tanggung jawab sang ayah yang berat, sehingga memaklumi jika waktu untuk mereka sedikit berkurang.

BACA JUGA :  BPPT Distanak Sultra Datangkan 4 Ekor Kuda dari Manado

Menikah dengan wanita cantik bernama Hj. Sri Asriani Balaka, B.Sc, seorang dosen pada Akademi Perawat Kendari. Pasangan bahagia ini dikaruniai tiga orang anak, yakni Fahry Shamad, SH, Faizal, SH, MH, dan Dyta Asnasari, S.I.Kom.

Muhammad Nasir dan keluarga tercinta saat ini bermukim di Jalan Nusa Indah No. 220 Kelurahan Parauna, Kecamatan Anggaberi, Kabupaten Konawe, dan Jalan Y. Wayong II No. 23 C Kota Kendari.

“Saya menjalankan fungsi ganda dan multi fungsi. Hubungan emosional dengan istri dan anak tetap berjalan baik, urusan rumah tangga tidak pernah saya abaikan, begitu juga dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Terkadang waktu kerja kita di Distanak sampai larut malam, saya kerja juga di rumah sampai jam 1 malam saya selesaikan, karena itulah pilihan, hidup itu pilihan. Kecuali saya tertidur baru saya lupakan aktivitas saya,” bebernya.

Muhammad Nasir menghabiskan masa kecil dalam kondisi ekonomi yang cukup memprihatinkan. Ia pun bertekad, harus meraih prestasi dan apapun dilakukan untuk ikut membantu meringankan beban orang tuanya. Gaji orang tua yang hanya PNS golongan rendah di Pemda Kendari (dulu), kondisi ekonomi yang sangat terbatas, tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan melanjutkan sekolah yang lebih tinggi.

BACA JUGA :  8 Kabupaten Ini Jadi Lumbung Jagung di Sultra

Muhammad Nasir, anak keempat dari lima bersaudara. Kakak pertamanya perempuan, kakak kedua laki-laki merupakan mantan sekda di Konawe, kakak ketiga perempuan seorang pegawai negeri, kemudian saudara laki-laki paling bungsu saat ini sudah dua tahun menjabat sebagai Sekda di Konsel.

“Saya punya saudara yang perempuan itu memilih mendahulukan pendidikan laki-laki, sehingga saudara perempuan saya mengalah saat itu. Diprioritaskan laki-laki untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi sampai Magister (S-2). Jadi terus terang hanya tiga kami laki-laki yang sekolah tinggi sampai jenjang S2,” kenangnya. (selesai) ***

 

1
1