Kendari, Radarsultra.co.id – Kepala UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan (BPSBTP) Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra Safruddin, mengungkapkan bahwa tingkat kesadaran petani untuk menggunakan benih unggul atau yang telah tersertifikasi masih rendah.
“Sebenarnya permasalahan benih di Sultra itu petani sering mengatakan benih tidak tersedia. Sering mengatakan begitu. Tapi sebenarnya yang menjadi persoalan krusial itu kesadaran petani untuk menggunakan benih itu (benih unggul). Kesadaran petani untuk membeli. Tidak mau membeli. Kecuali dibantu terus pi. Itu persoalan sebenarnya,” ungkapnya melalui sambungan telepon, Kamis (6/9/2018).
Lanjutnya, mengenai ketersediaan benih unggul, Ia mengatakan jika stok benih dalam keadaan tersedia bahkan karena petani tidak membeli akhirnya dijual kembali menjadi kebutuhan konsumsi.
“Kalau masalah ketersediaan sebenarnya tidak. Karena kita sudah punya penangkar, banyak benih. Bahkan ada benih-benih yang sudah hasil pengujian itu tidak terjual akhirnya dijual kembali menjadi konsumsi. Karena petani kita itu maunya dibantu pi, dikasi cuma-cuma. Kalau mau beli dia berfikir sekali. Inilah yang harus kita rubah ini memberikan betul-betul pemahaman,” katanya.
“Sebenarnya persoalan krusial itu saja sebenarnya. Kesadaran petani untuk mengeluarkan uang itu yang masih rendah sekali,” lanjutnya.
Meski demikian, pihaknya juga memaklumi jika kondisi petani yang tidak mau membeli benih unggul dikarenakan faktor keuangan dari petani itu sendiri.
“Salah satu sebenarnya faktornya itu. Makanya besok-besok itu, mudah-mudahan dengan gubernur ini (Ali Mazi). Saya dalam beberapa bulan ini memang sering melontarkan suara keras tentang benih ini,” pungkasnya.
Laporan: Benny Laponangi






