1

Jaga Pesisir, 1.000 Mangrove Ditanam di Ranooha Raya

*Pesisir Ranooha Raya Konawe Selatan Ditanami 1.000 Mangrove.
1
1

Kendari, Radarsultra.co – Gerakan bersih pantai dan penanaman mangrove dalam rangka Hari Perhubungan Nasional ke-55 Tahun 2026 digelar di pesisir Desa Ranooha Raya, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Kamis (17/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus memperkuat perlindungan kawasan pantai dari ancaman abrasi.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Lapuko, Nurbaya, mengatakan Desa Ranooha Raya dipilih sebagai lokasi kegiatan setelah pihaknya melakukan survei di sejumlah tempat. Kawasan tersebut dinilai membutuhkan perhatian karena sebagian mangrove di pesisir telah tergerus akibat pasang surut air laut.

1

“Setelah kami melakukan survei ke beberapa tempat, tempat ini kami anggap yang butuh perhatian khusus karena sudah banyak mangrove yang tergerus oleh pasang surut air laut,” kata Nurbaya.

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 1.000 bibit mangrove ditanam. Aksi tersebut juga dirangkaikan dengan kegiatan bersih-bersih pantai yang melibatkan unsur pemerintah, TNI-Polri, pemuda, serta masyarakat setempat.

Nurbaya berharap bibit mangrove yang telah ditanam dapat dijaga dan dirawat oleh masyarakat. Ia juga meminta bibit yang mengalami kerusakan segera diperbaiki agar kegiatan tersebut memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Kami menitipkan mangrove yang habis ditanam, kiranya dapat dibantu jaga. Jika ada yang rusak, perlu diperbaiki, tolong diperbaiki supaya agenda hari ini tidak menjadi sia-sia,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pemkab Konawe Selatan Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak

Upaya menjaga mangrove bukan hal baru bagi masyarakat Desa Ranooha Raya. Kepala Desa Ranooha Raya, Burhan, mengatakan penanaman mangrove di wilayah tersebut telah dilakukan secara rutin hampir setiap tahun.

“Sudah hampir tiap tahun dilaksanakan kegiatan mangrove. Alhamdulillah sampai saat ini masyarakat Ranooha menjaga itu,” kata Burhan.

Menurutnya, keberadaan mangrove memiliki manfaat penting bagi masyarakat, terutama dalam membantu melindungi bibir pantai dari gerusan air laut.

“Bagaimanapun juga itu salah satu kebutuhan masyarakat di sini untuk menjaga bibir pantai agar tetap aman. Dengan bakau-bakau yang sudah ada, bibir pantai tidak mudah tergerus air,” ujarnya.

Burhan mengatakan keberhasilan pertumbuhan bibit mangrove tidak selalu sama karena dipengaruhi kualitas bibit, cara tanam, dan pemeliharaan.

“Sampai saat ini ada yang hidup, ada yang mati. Biasanya tergantung bibit, cara tanam, dan pemeliharaan,” jelasnya.

Masyarakat, lanjut Burhan, tetap berupaya merawat mangrove yang telah ditanam. Namun, faktor alam seperti air pasang dan gelombang menjadi tantangan yang dapat merusak bibit.

“Kalau dibilang usaha untuk menjaga sudah cukup. Cuma namanya alam, tidak bisa juga kita jamin. Kalau air pasang atau gelombang, itu bisa merusak bibit yang sudah ditanam,” ungkap Burhan.

Penanaman tersebut diharapkan semakin memperkuat kawasan mangrove yang selama ini telah dijaga masyarakat.

BACA JUGA :  Rencana Wali Kota Soal Pengadaan Komputer Mendapat Respon Baik Pihak Sekolah

Camat Moramo, Sabaruddin, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai penanaman mangrove penting bagi masyarakat Desa Ranooha Raya karena sebagian besar warga menggantungkan penghasilan sebagai nelayan.

“Ini program yang luar biasa bagus sekali. Ini sinergi yang kami harapkan bersama teman-teman. Tentunya kegiatan hari ini bisa ditindaklanjuti pada tahun-tahun berikutnya,” kata Sabaruddin.

Menurutnya, keberadaan mangrove turut berkaitan dengan terjaganya habitat dan ekosistem yang mendukung kehidupan ikan di kawasan pesisir.

“Seperti yang saya sampaikan pada saat sambutan tadi, kegiatan ini sangat penting karena 90 sekian persen kehidupan masyarakat, khususnya Desa Ranooha Raya, berpenghasilan sebagai nelayan,” ujarnya.

“Harapan kami, penanaman mangrove ini bisa menjaga habitat dan ekosistem, kemudian ikan-ikan bisa berkembang dengan baik, khususnya di Desa Ranooha Raya,” pungkasnya.

Sementara itu, Presidium Direktur Konsorsium Putra Daerah (Kopda) Sultra, Angri Sultra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi sejumlah pihak. Ia berharap gerakan serupa dapat terus dilanjutkan untuk menjaga kawasan pesisir.

“Aksi bakti sosial ini merupakan kolaborasi beberapa elemen, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, pemuda, dan masyarakat. Tujuannya bagaimana kegiatan ini menjadi dasar untuk memulai gerakan penanaman mangrove di kawasan pesisir pantai,” kata Angri.

1
1