1

Dosen UNU Sultra Diseminasikan Hasil Riset Fisiologi Olahraga kepada Pemuda Karang Taruna Desa Cempedak

Foto: Dosen Penjaskes-Rek  Universitas Nahdlatul ulama Sulawesi Tenggara Melaksanakan Pengapdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan skema pemberdayaan Masyarakat Berbasis masyarakat di Desa Cempedak.
1
1

Konawe Selatan, Radarsultra.co – Tim dosen Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara (UNU Sultra) melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan skema Pemberdayaan Masyarakat di Desa Cempedak, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Diseminasi Hasil Riset Fisiologi Olahraga dalam Pembinaan Aktivitas Fisik Pemuda Karang Taruna Desa Cempedak”.

1

Program ini difokuskan pada peningkatan pemahaman pemuda Karang Taruna Desa Cempedak mengenai pengelolaan aktivitas fisik yang aman dan efektif berbasis fisiologi olahraga.

Selama ini, aktivitas fisik yang dilakukan pemuda cenderung berlangsung secara spontan dan berdasarkan kebiasaan, tanpa memperhatikan pengaturan intensitas, durasi, kondisi lingkungan, maupun proses pemulihan tubuh.

Melalui kegiatan tersebut, tim pengabdian memberikan pemahaman yang lebih praktis dan mudah diterapkan, khususnya dalam mengelola aktivitas fisik di lingkungan pesisir.

Kegiatan pengabdian ini merupakan bentuk hilirisasi hasil riset tim mengenai pengaruh aktivitas fisik di dalam dan luar ruangan terhadap suhu tubuh, kadar asam laktat, glukosa darah, serta tingkat kelelahan setelah melakukan aktivitas fisik submaksimal.

Pelaksanaan PKM menggunakan metode edukatif-partisipatif yang terdiri atas lima tahapan, yakni sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta strategi keberlanjutan program.

Kegiatan tersebut diketuai La Ode Isa, S.Pd., M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) UNU Sultra. Ia didampingi Edy Gunawan U., S.Or., M.Kes., yang juga merupakan dosen Penjaskesrek UNU Sultra, serta Wa Ode Fatima, S.Pd., M.Pd., dosen Pendidikan IPA Universitas Karya Persada Muna.

Program ini turut melibatkan dua mahasiswa UNU Sultra, yakni Ahmad Derik dan Damar dari Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi. Sementara mitra sasaran kegiatan adalah Karang Taruna Desa Cempedak yang diketuai Reski.

Ketua tim pengabdian, La Ode Isa, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program PKM yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia serta UNU Sultra sebagai penyelenggara.

“Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemuda Karang Taruna mengenai pentingnya aktivitas fisik yang terencana serta mengenai pengelolaan aktivitas fisik yang aman dan efektif berbasis fisiologi olahraga,” jelas La Ode Isa, Selasa (18/8/2026).

BACA JUGA :  Dorong Pengembangan Pariwisata Sultra, Ridwan Badallah: Fokus pada Event Nasional

Menurutnya, kegiatan tersebut juga memberikan manfaat dalam meningkatkan kebugaran sekaligus kesadaran pemuda terhadap pola hidup sehat.

Pemahaman mengenai pengelolaan aktivitas fisik yang aman dinilai penting karena sebagian pemuda Desa Cempedak bekerja di sektor informal, termasuk perikanan, yang membutuhkan kondisi fisik dan stamina yang baik.

“Pemuda yang memahami pengelolaan aktivitas fisik secara aman akan memiliki stamina yang lebih baik untuk bekerja di sektor informal seperti perikanan, sehingga produktivitas meningkat. Berkurangnya risiko kelelahan dan gangguan kesehatan juga dapat menekan biaya pengobatan,” ujarnya.

Selain manfaat kesehatan dan produktivitas, program tersebut diharapkan dapat memperkuat peran Karang Taruna sebagai penggerak gaya hidup sehat di lingkungan masyarakat desa.

Kegiatan berlangsung secara partisipatif. Para peserta antusias mengikuti penyampaian materi, diskusi interaktif, praktik pengukuran kebugaran, hingga penyusunan program latihan fisik yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat desa.

Lima Tahapan Kegiatan

Foto: Dosen UNU Sultra Diseminasikan Hasil Riset Fisiologi Olahraga kepada Pemuda Karang Taruna Desa Cempedak

Tahap pertama diawali dengan sosialisasi kepada anggota Karang Taruna Desa Cempedak. Sosialisasi bertujuan menjelaskan maksud, tujuan, manfaat, serta ruang lingkup kegiatan pengabdian.

Pada tahap tersebut, tim juga memetakan persoalan utama yang dihadapi mitra, khususnya terkait masih rendahnya pemahaman pemuda mengenai pengelolaan aktivitas fisik yang aman dan efektif di lingkungan pesisir.

Tahap kedua berupa pelatihan yang dilaksanakan dalam tiga sesi.

Sesi pertama membahas pemahaman dasar fisiologi olahraga. Peserta diberikan pengetahuan mengenai respons tubuh terhadap aktivitas fisik serta faktor-faktor yang memengaruhi kebugaran dan kelelahan.

Sesi kedua berfokus pada pengelolaan aktivitas fisik luar ruangan di lingkungan pesisir. Peserta dilatih menentukan intensitas aktivitas fisik yang aman, mengatur waktu latihan sesuai kondisi suhu lingkungan, serta memahami pentingnya hidrasi dan istirahat.

Sementara sesi ketiga berupa praktik lapangan dan simulasi. Peserta mempraktikkan aktivitas fisik submaksimal, pengaturan intensitas, waktu istirahat, serta evaluasi sederhana terhadap tingkat kelelahan setelah melakukan aktivitas fisik.

BACA JUGA :  PT Vale Serahkan PKM Bahomotefe ke Pemda Morowali

Tahap ketiga adalah penerapan teknologi. Setelah pelatihan, tim pengabdian memperkenalkan dan menyerahkan buku panduan praktis serta sejumlah media pendukung yang sederhana, aplikatif, dan disesuaikan dengan kondisi pemuda Karang Taruna Desa Cempedak.

Media tersebut meliputi panduan aktivitas fisik berbasis kondisi lokal pesisir, poster mengenai waktu aman melakukan aktivitas fisik dengan mempertimbangkan suhu dan paparan matahari, serta materi edukasi visual yang mudah dipahami.

Tim juga membekali peserta dengan Kartu Skala Kelelahan Subjektif atau Rating of Perceived Exertion (RPE) sederhana untuk membantu peserta mengenali dan mengukur tingkat kelelahan selama melakukan aktivitas fisik.

Tahap keempat berupa pendampingan dan evaluasi. Pendampingan dilakukan untuk memastikan peserta mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan.

Evaluasi dilakukan untuk melihat pemahaman peserta sekaligus mengidentifikasi kendala yang muncul dalam penerapan aktivitas fisik secara aman di lingkungan desa.

Tahap kelima adalah strategi keberlanjutan program. Keberlanjutan kegiatan diarahkan melalui pembentukan kader pemuda sadar kebugaran yang diharapkan dapat menjadi penggerak aktivitas fisik sehat di Desa Cempedak.

La Ode Isa berharap program tersebut dapat terus dikembangkan dan menjangkau desa-desa lainnya sehingga manfaat kegiatan pengabdian dapat dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas.

“Keberhasilan program nantinya tidak hanya dilihat dari terlaksananya kegiatan, tetapi terutama dari kemampuan Karang Taruna untuk melanjutkan kegiatan secara mandiri,” katanya.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pemuda dalam menjaga kesehatan masyarakat desa.

“Dari Desa Cempedak, semoga pelaksanaan kegiatan seperti ini tetap ada agar kami mampu menjadi kader pelopor peningkatan kesehatan pada masyarakat desa,” ungkapnya.

Melalui program tersebut, UNU Sultra berupaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan masyarakat desa dengan menjadikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan olahraga sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat.***

1
1