Kendari, Radarsultra.co – Pemerintah Kota Kendari mendorong ribuan aparatur sipil negara (ASN) aktif mengumpulkan dan memilah sampah anorganik sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan kota sekaligus memberikan nilai ekonomi dari sampah.
Gerakan tersebut kembali dilakukan dalam kegiatan kurve atau kerja bakti di halaman Kantor Balai Kota Kendari, Jumat pagi, 28 Agustus 2026. Kegiatan dipimpin Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, STP., SH., M.Si., dan diikuti ASN lingkup Kantor Balai Kota Kendari.
Selain membersihkan lingkungan kantor, para ASN membawa, memilah dan menyetorkan sampah anorganik ke Bank Sampah yang telah disiapkan Pemerintah Kota Kendari.
Gerakan ini merupakan tindak lanjut Instruksi Wali Kota Kendari yang mewajibkan seluruh ASN membawa, memilah dan menyerahkan sampah anorganik setiap Jumat pada jam kerja.

Sekda Kota Kendari Amir Hasan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan hari kedua setelah dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan gerakan pengumpulan sampah oleh ASN.
“Alhamdulillah, hari ini hari kedua setelah kita evaluasi. Kita wajibkan seluruh pegawai untuk mengumpulkan sampah, khususnya plastik. Karena ini bernilai tinggi,” kata Amir.
Ia optimistis gerakan tersebut mampu memberikan dampak besar jika seluruh ASN terlibat secara konsisten.
“Kami yakin dan optimis dengan 7.000 saja pegawai atau 10.000 kalau mengumpulkan sampah, maka Kota Kendari betul-betul pasti bersih,” ujarnya.
Menurut Amir, sampah yang dikumpulkan ASN tidak hanya berdampak terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Karena itu, Bank Sampah disiapkan sebagai tempat penyetoran sampah anorganik yang telah dipilah.
Petugas Bank Sampah juga diminta tetap berada di lokasi untuk melayani ASN yang ingin menyetorkan sampah di luar kegiatan Jumat.

“Bukan saja hari Jumat, tetapi sampai Sabtu bahkan Minggu kalau mereka perlu, petugas Bank Sampah tetap stay di sini,” jelasnya.
Amir menilai gerakan tersebut memberikan manfaat ganda. Selain membantu mengurangi sampah dan menjaga kebersihan Kota Kendari, hasil pengumpulan sampah juga dapat memberikan tambahan nilai ekonomi bagi pegawai.
“Artinya sampah ini punya nilai ekonomis. Kotanya kita bersih, kita juga dapat uang. Jadi ada multifeknya,” ungkap Amir.
Ia pun mengajak seluruh ASN Pemerintah Kota Kendari tidak melihat kegiatan mengumpulkan sampah sebagai aktivitas tambahan semata, tetapi menjadikannya sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan jumlah ASN yang mencapai ribuan orang, Amir berharap gerakan tersebut mampu menjadi kekuatan besar dalam mengurangi sampah sekaligus membangun budaya memilah sampah dari sumbernya.
Pemerintah Kota Kendari menargetkan gerakan tersebut tidak hanya berhenti di lingkungan perkantoran, tetapi dapat ditularkan ASN kepada keluarga dan masyarakat sehingga pengelolaan sampah menjadi gerakan bersama menuju Kota Kendari yang lebih bersih.***






