Kendari, Radarsultra.co.id – Calon anggota DPR RI Ir. Hugua menyebutkan Elektabilitas Calon Presiden (Capres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) mengalami penurunan karena berita Hoax. Penurunan tersebut juga terjadi di Sulawesi Tenggara (Sultra) khususnya di Kota Kendari.
Menurutnya, berita Hoax sangat cepat beredar dan sangat mudah ditanggapi oleh masyarakat.
“Kalau saya melihat sebagian masyarakat kota Kendari ini sebagian besar masih terpapar hoax,” kata Hugua, Selasa, (05/03/19).
Mantan Bupati Wakatobi dua periode ini mengatakan, isu-isu miring yang ditujukan ke Jokowi dan PDIP sangat tidak berdasar dan itu hanyalah upaya-upaya untuk menimbulkan propaganda di tengah-tengah masyarakat yang berujung pada penurunan elektabilitas PDIP dan Jokowi.
“Bagaimana bisa PDI Perjuangan, dimana saya ketuanya disini dianggap partai penista agama. Dimana logikanya saya orang HMI, KAHMI, saya pengurus ICHMI, saya pengurus Muhammadiyah, saya orang NU. Apa yang kurang, 90% di PDIP itu muslim,” ungkapnya.
“Di PDI Perjuangan kita menerapkan “lakum dinukum waliyadin” bagimu agamu, dan bagiku agamaku, dan itu manifestasi agama yang paling tinggi. Tidak bisa kita katakan hanyalah agamaku yang paling benar, yang lainnya numpang. Jadi, kalau kami dianggap penista agama saya perlu kajian lagi karena kami adalah pengawal agama, pengawal Pancasila,” jelasnya.
Lanjut Hugua mengatakan, di tubuh PDIP yang mayoritas Muslim, seluruh anggotanya wajib menjaga Pancasila sebagai amanah dari kitab suci Al-Qur’an yang juga bisa menjadi perekat untuk menjaga kebhinekaan.
“Mayoritas muslim disitu dan kita menjaga pancasila karena pancasila adalah amanah dari al quran untuk menjaga kebhinekaan ini.
Afganistan 100% muslim, hampir tiap hari terjadi peperangan karena tidak ada perekat kebangsaan, Mesir yang hari ini 1000 persen muslim, tapi setiap hari terjadi bunuh membunuh. jadi kami ini menjalankan “lakum dinukum waliyadin” itulah PDI Perjuangan. kami adalah partai yang menjaga agama, terutama agama islam, ini harus disebarkan dan kami pasang badan untuk itu,” tegasnya.
Hugua juga menepis isu yang menyebutkan bahwa PDIP dan Jokowi adalah PKI, menurutnya masyarakat dituntut untuk lebih jeli dan cerdas dalam menanggapi berita-berita yang belum tentu kebenarannya.
“Yang kedua, Jokowi termasuk PDI Perjuangan dianggap PKI. Sekali lagi saya sampaikan bahwa kami menjaga Pancasila, kami menjaga agama Muslim ini, kami menjaga agama samawi ini, dan tudingan tudingan inilah yang membuat elektabilitas PDI Perjuangan terganggu dengan adanya kabar hoax tersebut,” pungkasnya






