Kendari, Radarsultra.co.id- Sekolah Menengah Pertama Negeri ( SMPN ) 1 Kendari merencanakan untuk melakukan anjangsana ke Panti Asuhan di hari H pengumuman kelulusan nanti.
Kegiatan tersebut sebagai pengganti budaya coret-coret baju yang biasa dilakukan beberapa sekolah saat pengumuman kelulusan.
Kepala sekolah SMPN 1 Kendari, Mahdin menanggapi budaya coret-coret ini sudah memiliki program tersendiri untuk hari H pengumuman di SMPN 1 Kendari.
“Kami telah memiliki program untuk mengurangi budaya tersebut. Kita telah membicarakan hal ini bersama pengurus osis untuk melakukan anjang sana ke Panti Asuhan pada saat hari H pengumuman,” ungkap Mahdin, Senin (8/5/2017).
Dikatakan, budaya coret-coret yang terjadi di Indonesia juga terjadi di Kota Kendari, ini sangat menyedihkan.
“Seharusnya menjelang pengumuman harus ada sosialisasi, sebab itu sangatlah penting. Dimana memberikan arahan kepada siswa untuk tidak melakukan budaya coret-coret baju,” imbuhnya.
Sementara itu katanya hal ini telah di suarakan dalam beberapa tahun untuk meniadakan hal tersebut.
“Sebab itu perbuatan yang sia-sia yang dilakukan sejak zaman dahulu namun terus di lestarikan. Saya percaya kalau kita bersama-sama menjaganya, pasti bisa dihilangkan. Mulai dari sekolah, kemudian keamanan meniadakan sikap toleransi bagi pelanggar konvoi lalu lintas. Dan Pemerintah bersama-sama memberikan edukasi,” sarannya.
Bila perlu katanya seluruh sekolah mengadakan kerja bakti, seperti membersihkan got, jalan raya, dan juga mengadakan penampilan musik agar mereka dapat mengekspresikan kelulusan mereka dengan hal positif.
Untuk diketahui, SMPN 1 Kendari sudah membuktikan sejak 2 sampai 3 tahun terakhir meniadakan budata coret-coret tersebut.(C)






