Kendari, Radarsultra.co – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melaksanakan penanaman 5.000 pohon kelapa secara serentak di seluruh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di wilayah Sultra. Kegiatan simbolis dipusatkan di Lapas Kelas IIA Kendari.
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut. Ia menilai penanaman kelapa tidak hanya berkontribusi pada ketahanan pangan nasional, tetapi juga membawa manfaat ekologis dan sosial.
“Kelapa adalah tanaman yang serba guna. Hampir seluruh bagiannya bermanfaat, mulai dari batang hingga buah. Dengan program ini, kita tidak hanya menanam pohon, tapi juga menanam masa depan,” ujar Andi.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sultra, Sulardi, menjelaskan bahwa jenis bibit yang ditanam adalah kelapa Genjah, yang dikenal cepat berbuah. Menurutnya, pemanfaatan lahan kosong di Lapas, Rutan, dan unit imigrasi untuk penanaman kelapa menjadi langkah strategis agar hasilnya segera bisa dirasakan masyarakat.
“Filosofi kelapa sejalan dengan semboyan pemasyarakatan, yaitu memberi manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kami memilih kelapa sebagai komoditas unggulan dalam program ini,” jelas Sulardi.
Ia menambahkan, selain kelapa, sebelumnya Ditjenpas juga menanam berbagai komoditas pangan seperti jagung, cabai, dan tomat. Program ini, katanya, merupakan bagian dari dukungan Ditjenpas terhadap Astacita Presiden dan Wakil Presiden RI dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dengan program berkelanjutan tersebut, Ditjenpas berharap hasil tanaman dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus memberikan nilai tambah bagi warga binaan dan masyarakat sekitar.






