1

Forum Pentahelix Bahas Masa Depan Wisata Sultra

*Forum Pentahelix dorong penguatan ekosistem Pariwisata Sultra melalui kolaborasi pemerintah, asosiasi, dan komunitas.
1

Kendari, Radarsultra.co – Forum Silaturrahmi Pentahelix Pariwisata Sulawesi Tenggara menjadi momentum penguatan kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif. Kegiatan yang digelar di RM Kampoeng Wisata Khas Sulawesi itu berlangsung Senin, (02/03/26), dengan menghadirkan unsur pemerintah, asosiasi industri, komunitas, hingga pelaku ekonomi kreatif.

Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara, Dr. M. Ridwan Badallah, menegaskan forum tersebut merupakan langkah awal untuk mendukung visi Gubernur dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

1

“Ini langkah awal untuk membantu Bapak Gubernur membangun ekosistem pariwisata melalui kolaborasi pentahelix, termasuk komunitas, perbankan, dan maskapai,” ujar Ridwan.

Ia menjelaskan, konsep pengembangan yang tengah dibangun adalah menjadikan Sulawesi Tenggara sebagai satu kesatuan ekosistem, dengan Kendari sebagai penyangga utama sektor penerbangan dan distribusi wisatawan.

“Kendari harus menjadi penyangga utama. Dari sini wisatawan bisa melanjutkan perjalanan ke Wakatobi, Muna, Baubau dan daerah lainnya. Ke depan, kita harapkan penerbangan tidak lagi terintegrasi melalui Makassar, tetapi bisa langsung dari Jakarta ke Kendari,” jelasnya.

Menurutnya, penerbangan langsung akan berdampak signifikan terhadap perekonomian lokal karena wisatawan berpotensi menginap dan berbelanja di Kendari sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi lain.

Selain konektivitas udara, pemerintah daerah juga menyiapkan program berbasis komunitas. Setiap akhir pekan, ruang publik akan dihidupkan melalui kegiatan olahraga air, pertunjukan seni, hingga pengembangan rumah ekonomi kreatif. Kawasan pelabuhan juga disiapkan untuk mendukung kunjungan kapal wisata atau yacht.

BACA JUGA :  Hadapi Tantangan Digital, Sandiaga Uno Harap Pelaku Usaha di Kendari Bisa Terus Berinovasi

“Kita akan rutin berdiskusi setiap bulan untuk mendapatkan input tentang apa yang harus dilakukan pemerintah. Ini bagian dari membangun kemitraan yang kuat,” tambah Ridwan.

Dari sisi pelaku industri, penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi perhatian utama. Ketua DPD ASITA Sultra, H. Rahman Rahim, menilai potensi pariwisata Sulawesi Tenggara sangat besar dan perlu dimaksimalkan secara kolaboratif.

“Potensi Sulawesi Tenggara ini luar biasa. Sayang kalau sumber daya alam kita tidak dimanfaatkan untuk kemajuan bersama dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, asosiasi seperti ASITA, ASTINDO, dan Himpunan Pariwisata Indonesia (HPI) merupakan garda terdepan dalam aspek teknis pelayanan wisata.

“Pemerintah sebagai regulator dan fasilitator, tetapi kami pelaku teknis yang memahami kebutuhan wisatawan. Karena itu sinergi sangat penting,” katanya.

Rahman juga menyoroti pentingnya standar operasional prosedur (SOP) dalam pelayanan, mulai dari penjemputan tamu, sikap, hingga kompetensi petugas.

“Kalau pelayanan tidak sesuai ekspektasi, tamu bisa komplain dan itu berdampak pada citra daerah. Kami bahkan tidak berani menjual paket wisata jika destinasi belum siap menerima tamu,” tegasnya.

BACA JUGA :  Pemkot Kendari Tambah Penyertaan Saham di Bank Sultra

Senada dengan itu, Ketua ASTINDO Sultra, Sartika, menekankan bahwa kesiapan SDM menjadi syarat utama sebelum berbicara lebih jauh tentang promosi.

“Yang paling utama kita dorong adalah SDM. Kita harus melihat apakah sudah siap menjadi kota wisata, bukan hanya secara identitas, tetapi juga kapasitas pelakunya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD HPI Sultra, Femiyanti Darma Kamang, menyatakan organisasinya fokus pada peningkatan kapasitas pemandu wisata dan penguatan regulasi terkait kompetensi SDM.

“Kami lebih fokus pada peningkatan kapasitas SDM. Regulasi yang berkaitan dengan pengembangan SDM perlu diperhatikan agar kualitas layanan semakin baik,” katanya.

Dari unsur generasi muda pariwisata, perwakilan GenPI Sultra, Ade Wijaya menekankan pentingnya strategi branding dan promosi digital sebagai upaya memperluas jangkauan pasar.

“Branding itu penting. Tanpa promosi yang konsisten, kita tidak bisa mengembangkan potensi yang ada. Media sosial menjadi salah satu langkah efektif,” ujarnya.

Seluruh narasumber sepakat bahwa pengalaman wisatawan menjadi kunci promosi jangka panjang. Wisatawan yang pulang dengan kesan positif akan menjadi agen promosi alami bagi destinasi.

Melalui forum tersebut, pemerintah dan pelaku industri berharap terbangun sinergi yang kuat dalam membangun ekosistem pariwisata Sulawesi Tenggara yang terintegrasi, berdaya saing, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

1
1