Kendari, Radarsultra.co – Bergabung dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjadi cita-cita banyak orang.
Namun, untuk menjadi anggota Polri, kandidat harus melewati sejumlah tes yang ketat, termasuk tes kebugaran fisik yang meliputi Kesemaptaan A, Kesemaptaan B dan Renang.
Tes kebugaran fisik terdiri dari enam tes yang harus dilakukan dengan hasil yang memenuhi standar tertentu.
Berikut adalah enam tes Samapta dan kemampuan fisik yang dibutuhkan untuk lulus tes rekrutmen Polri.
Samapta “A” – Lari 12 Menit
Tes Samapta “A” mengukur kemampuan kandidat dalam melakukan lari jarak jauh selama 12 menit. Standar untuk mencapai nilai maksimal berbeda antara pria dan wanita. Untuk pria, nilai maksimal adalah 3444 meter, sedangkan untuk wanita, nilai maksimal adalah 3095 meter. Oleh karena itu, kandidat harus mempersiapkan diri untuk memiliki daya tahan yang baik untuk menyelesaikan tes ini.
Samapta “B” – Pull Up/Chinning Durasi Waktu 1 Menit
Tes Samapta “B” mengukur kekuatan atas tubuh kandidat. Tes ini terdiri dari pull up/chinning selama 1 menit. Pull up adalah gerakan naik dengan tangan melekat pada sebuah bar, sedangkan chinning adalah gerakan naik dengan tangan melekat pada sebuah lingkaran. Standar untuk mencapai nilai maksimal juga berbeda antara pria dan wanita. Untuk pria, nilai maksimal adalah 17 kali pull up, sedangkan untuk wanita, nilai maksimal adalah 72 kali chinning.
Samapta “B” – Push Up 1 Menit
Tes Samapta “B” selanjutnya mengukur kekuatan bawah tubuh kandidat. Tes ini terdiri dari push up selama 1 menit. Standar untuk mencapai nilai maksimal juga berbeda antara pria dan wanita. Untuk pria, nilai maksimal adalah 43 kali, sedangkan untuk wanita, nilai maksimal adalah 37 kali.
Samapta “B” – Sit Up 1 Menit
Tes Samapta “B” berikutnya mengukur kekuatan inti tubuh kandidat. Tes ini terdiri dari sit up selama 1 menit. Standar untuk mencapai nilai maksimal juga berbeda antara pria dan wanita. Untuk pria, nilai maksimal adalah 40 kali, sedangkan untuk wanita, nilai maksimal adalah 50 kali.
Samapta “B” – Shuttle Run
Tes Samapta “B” selanjutnya mengukur kecepatan dan ketangkasan kandidat. Tes ini terdiri dari shuttle run atau lari bolak-balik sejauh 20 meter sebanyak 10 kali dengan waktu yang semakin cepat. Standar untuk mencapai nilai maksimal juga berbeda antara pria dan wanita. Untuk pria, nilai maksimal adalah 16,2 detik, sedangkan untuk wanita, nilai maksimal adalah 17,6 detik.
Samapta “B” – Renang Jarak 25 M
Tes renang jarak 25 meter juga termasuk dalam tes Samapta “B”. Tes ini mengukur kecepatan dan daya tahan kardiovaskular. Kamu dapat memilih gaya renang bebas, dada, atau katak. Untuk lulus tes ini, pria harus mencapai finish dalam waktu 14 detik, sedangkan wanita harus mencapai finish dalam waktu 20 detik.
yang meliputi Kesemaptaan A, Kesemaptaan B dan Renang*






