Kendari, Radarsultra.co.id – Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluhkan semakin berkurangnya tenaga penyuluh pertanian di masyarakat.
Padahal, tenaga penyuluh merupakan garda terdepan pemerintah dalam memberikan pendampingan kepada para petani untuk meningkatkan dan menjaga hasil produksi pertaniannya.
Kepala Distanak Sultra Muhammad Nasir mengatakan, kondisi ini pada umumnya disebabkan oleh banyaknya tenaga penyuluh pertanian yang memilih pindah tugas. Seperti penyuluh yang masuk dalam jabatan struktural, lurah, camat, dan lainnya.
Sehingga, banyak tenaga penyuluh mengurusi dua sampai empat desa. Belum lagi, tenaga penyuluh sudah ada yang menginjak usia di atas 50 tahun ke atas.
“Kita dilema juga, penerimaan penyuluh dalam kuota CPNS tahun ini juga tidak sebanyak tenaga pendidik dan kesehatan,” kata Nasir, Selasa (16/10/2018).
Selain tenaga penyuluh yang jumlahnya berkurang, persoalan lainnya yang dihadapi adalah pembiayaan demplot. Pasalnya, melalui demplot penyuluh dapat menunjukkan teknologi muktahir, tepat guna, dan modern yang bisa diikuti secara langsung oleh petani.
Dimana biaya untuk demplot 10 tahun yang lalu ada. Sekarang tidak ada lagi biaya operasionalnya. Jadi banyak penyuluh terkendala dengan sarana dan prasarana serta pembiayaan untuk melakukan kunjungan lapangan dan pembuatan demplot.
Jumlah tenaga penyuluh yang ada di Sultra saat ini 1.076 orang. Sebanyak 800 orang lebih tersebar di kota dan kabupaten, sedangkan yang menjadi tanggung jawab pihak Distanak hanya penyuluh honorer sebanyak 200 orang lebih.
Ia juga menambahkan, ada beberapa kabupaten dan kota belum memfungsikan tenaga penyuluh pertanian secara maksimal.
Laporan: Robiah Adawiah






