Kendari, Radarsultra.co.id – Pemerintah kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara (Sultra) diharapkan memperhatikan komoditi unggulan pertaniannya masing-masing. Ini penting, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya petani.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra, Muhammad Nasir menjelaskan selama ini pemerintah daerah hanya selalu memperhatikan tiga jenis komoditi yakni padi, jagung dan kedelei (Pajale). Padahal ada beberapa daerah yang memiliki potensi komoditi lain yang lebih menjanjikan ketimbang tiga komoditi tersebut.
Selain itu, lanjut Nasir, juga disebabkan karena pemda melihat tiga komoditas yakni pajale selalu mendapat perhatian dan bantuan dari pemerintah pusat untuk pengembangan produktivitasnya. Padahal, jika cermat melihat potensi komoditi pertanian dari daerahnya, maka itu lebih baik.
“Misalnya saja kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar ini bisa dijadikan komoditi yang bisa dikembangkan, anggarkan lah di APBD untuk ini. Jangan hanya itu terus saja. Pemda harus jeli melihat potensi,” kata Nasir, Kamis (18/10/2018).
Ia pun menjelaskan, komoditi kacang dan ubi di 17 kabupaten/kota berpotensi untuk dikembangkan karena jenis tanaman ini cocok ditanam di lahan.
“Data di BPS juga kan masih banyak daerah yang tidak memanfaatkan lahan ini, ada pun yang memanfaatkan mereka adalah petani yang mempunyai sisa lahan yang tidak bisa ditanami tiga jenis komoditi padi, jagung dan kedelai,” jelasnya.
Menurutnya, jika produksi kacang dan ubi juga melimpah ini dapat dicarikan pasarnya. Namun saat ini memang produksi kacang dan ubi hanya mencukupi untuk kebutuhan pasar lokal.
Laporan: Robiah Adawiah






