1

Cegah Pelecehan Seksual, Personel Dit Binmas Polda Sultra Laksanakan Sosialisasi dan Edukasi di SMPN 5 Kendari

Cegah Bullying dan Peecehan Seksual, Personel Dit Binmas Polda Sultra Laksanakan Sosialisasi dan Edukasi di SMPN 5 Kendari
1

Kendari, Radarsultra.co – Setelah sukses melaksanakan sosialisasi dan edukasi di beberapa sekolah dasar mengenai masalah pelecehan seksual, personel Subdit Bintibsos Ditbinmas Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali melanjutkan program serupa di SMPN 5 Kendari pada Jumat, 13 September 2024.

Kegiatan ini dipimpin oleh AKP Muhammad Basuni, bersama Aipda Abu Rijal dan Aipda La Ode Muh. Foad, S.H. Mereka disambut langsung oleh Kepala Sekolah SMPN 5 Kendari, Subandi, S.Pd, beserta dewan guru.

1

“Kepada para siswa-siswi di SMPN 5 Kendari kita kasih penyuluhan terkait dengan kasus pelecehan seksual agar menjadi atensi,” ungkap AKP Muhammad Basuni, Jumat, (13/9/2024).

BACA JUGA :  Efisiensi Anggaran 2026, Biro SDM Polda Sultra Tekankan Kinerja Tetap Maksimal

Penjelasan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai bahaya pelecehan seksual yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.

Pelecehan seksual, lanjutnya, merupakan perilaku yang tidak diinginkan yang bertujuan untuk mempermalukan atau merendahkan seseorang secara seksual, baik secara verbal, fisik, maupun non-verbal. Hal ini, kata Basuni, dapat terjadi di sekolah, tempat umum, bahkan di media sosial.

Selain itu, AKP Basuni juga memberikan pesan kepada dewan guru agar lebih aktif dalam mengawasi siswa, terutama saat jam pelajaran.

“Kami harap agar dewan guru memberikan penekanan kepada seluruh anak agar tidak menggunakan HP Android saat jam pelajaran dimulai dan melaksanakan pengawasan intens kepada siswa pada saat masuk dan pulang sekolah,” tambahnya.

BACA JUGA :  Kisah Penemuan Kakek yang Hilang di Hutan Oleh Polisi Satwa (K9) Polda Sultra

Dengan penyuluhan ini, Basuni berharap agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di lingkungan sekolah dan mengajak siswa untuk berani melaporkan jika ada pelanggaran hukum.

“Dengan sosialisasi ini kami berharap agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di lingkungan sekolah dan agar melaporkan kejadian bila ada pelanggaran hukum,” pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman.***

1
1