Buton, Radarsultra.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton, Sulawesi Tenggara akan menggelar agenda tahunan perhelatan akbar, Festival Budaya Tua Buton kelima yang akan digelar pada 19-25 Agustus 2017.
Persiapan Pemkab Buton menghadapi penyelenggaraan Festival tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Buton, Abdul Zainuddin Napa melalui pesan Whatsapp, Rabu (9/8/2017).
“Penyelenggaraan Festival Budaya Tua Buton yang kelima merupakan agenda tahunan Pemkab Buton yang digelar setiap bulan Agustus,” ujarnya.
“Mulai tahun 2016 lalu, festival tersebut resmi terdaftar dalam kalender Event Pariwisata Nasional berkat kerja keras Pemkab Buton yang tetap konsisten menggelar sejak 2013 lalu,” tambahnya
Pada Festival Budaya Tua Buton 2017 menampilkan Festival Tenun Tradisional Buton dengan 100 penenun, Festival Pedole-dole (tradisi imunisasi) sebanyak 200 anak balita, Festival Tandaki (tradisi sunatan) diikuti 200 anak, Festival Posuo (tradisi pingitan) dengan 200 gadis remaja, Festival Pakande-kandea (tradisi makan bersama) dengan kuliner khas Buton sebanyak 2000 talang/dulang dihidangkan bagi masyarakat dan pengunjung yang hadir di festival budaya tersebut.
Makin semarak dengan menampilkan pagelaran kolaborasi tiga jenis tari tradisional kolosal 10.000 penari dengan menampilkan konfigurasi maskot wonderful Indonesia.
“Festival Budaya Tua Buton tahun 2017 akan menampilkan tari Waindorigi, tari popana dan tari kale-koleko. Semua festival itu akan di tampilkan pada puncak acara tanggal 24 Agustus 2017 mulai dari pagi sampe sore, sedangkan dari tanggal 19 hingga 23 Agustus acara lomba kesenian tradisional. Juga dilaksanakan pameran yg lebih bernuansa Budaya Tua Buton dari tanggal 17,” Terangnya.
Menyemarakkan pelaksanaan Festival Budaya Tua Buton, malam hari dilaksanakan lomba seni budaya daerah, musik jalanan, tari tradisional dan syair-syair Buton. Semua tradisi yang nyaris punah dihidupkan kembali.
Zainuddin berharap Festival Budaya Tua Buton dapat menjadi media informasi dan promosi kepariwisataan daerah.
“Kabupaten Buton tidak semata memiliki destinasi wisata alam yang menakjubkan, tetapi juga menyimpan potensi sosial budaya yang tidak dimiliki daerah lain, khas daerah kerajaan/kesultanan Buton,” katanya.






