Kendari, Radarsultra.co.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kendari terus mengalami peningkatan. Tercatat hingga 30 Juni 2017, jumlah peserta mencapai 1.100.906 jiwa.
Kepala bidang kepesertaan dan pelayanan peserta, Alamsyah mengatakan, capaian kinerja program JKN-KIS untuk BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kendari mencakup Kota Kendari, Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, Konawe Utara, Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, dan Bombana.
“Jumlah satu juta jiwa itu, didalamnya mencakup peserta yang didaftarkan dan diintegrasikan dengan program JKN-KIS oleh pemerintah pusat sejumlah 664.423, peserta yang didaftarkan dan diintegrasikan oleh pemerintah daerah 85.160, PNS dan pejabat daerah 157.739, TNI/POLRI 20.954, Badan Usaha 42.793, PPNPN 4.811, pekerja bukan penerima upah 102.059, bukan pekerja/penerima upah sejumlah 23.967 peserta,” kata Alamsyah, Selasa (22/8/2017).
Lanjutnya, pertumbuhan jumlah peserta ditunjang jumlah fasilitas kesehatan yang bekerjasama. Sehingga saling menunjang satu sama lain. BPJS Kesehatan Cabang Kota Kendari telah bekerjasama dengan 16 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).
“Kantor cabang Kota Kendari telah bermitra dengan 216 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), yang terdiri atas 152 Puskesmas, 32 Dokter praktik perorangan, 6 Dokter praktik gigi perorangan, 9 Klinik Pratama, 6 Klinik TNI, 9 Klinik Polri, dan 2 RSUD Pratama,” terangnya.
BPJS Kesehatan Cabang Kota Kendari mengucapkan rasa terima kasih terhadap Pemerintah Daerah terhadap komitmen untuk menyukseskan Program JKN-KIS.
“Kepada Pemda Sultra, terima kasih atas komitmen yang diberikan, baik dalam bentuk pembiayaan serta perluasan akses pelayanan melalui penyediaan fasilitas kesehatan. Untuk kedepannya, diharapkan Pemda juga makin dioptimalkan baik dari sisi kualitas dan mutu pelayanan kesehatan sehingga derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat, bersama-sama memperkuat regulasi terkait kepatuhan pengusaha dan masyarakat dalam kepesertaan JKN-KIS, serta cakupan kepesertaan yang makin luas sehingga Universal Health Coverage dapat terwujud,” ujarnya.(c)
Editor : Andi Nur Aisyah






