Singapura, Radarsultra.co — Pelaksanaan Kursus Pemantapan Pemimpin Daerah (KPPD) memasuki hari keempat dengan fokus pada praktik terbaik Singapura dalam pembangunan kawasan perumahan publik yang hijau, inklusif, dan berkelanjutan.
Sesi ini menjadi salah satu agenda paling penting bagi para peserta, termasuk Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, yang tengah memperkuat arah kebijakan perumahan di daerahnya.
KPPD hari keempat memberikan gambaran komprehensif mengenai keberhasilan perumahan umum Singapura yang dikelola Housing and Development Board (HDB).
Melalui pembelajaran yang dipandu Prof. Fong Chun Wah dari NUS Cities, peserta memahami perjalanan Singapura membangun sistem perumahan pasca-kemerdekaan hingga kini lebih dari 80% penduduknya tinggal di apartemen HDB dengan tingkat kepemilikan rumah yang sangat tinggi berkat Home Ownership Scheme dan dukungan Central Provident Fund (CPF).

Bagi Wali Kota Kendari, pengalaman melihat langsung kebijakan perumahan publik Singapura menjadi momentum signifikan. Ia menilai pendekatan negara tersebut menawarkan gambaran nyata tentang bagaimana perumahan tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga menjadi instrumen pemerataan kesejahteraan, penguatan kohesi sosial, dan pembangunan kota berkelanjutan.
Sesi ini juga mendalami konsep hardware–software–heartware yang menjadi fondasi keberhasilan perumahan Singapura. Hardware mencakup pembangunan infrastruktur fisik seperti ruang terbuka hijau, fasilitas publik, dan area komunal.
Software berkaitan dengan sistem integrasi sosial dan kebijakan pemilihan unit yang transparan dan adil. Sementara heartware menekankan pentingnya membangun komunitas yang saling peduli melalui berbagai inisiatif keterlibatan warga.
Selain pembelajaran di kelas, peserta KPPD juga melakukan kunjungan lapangan ke kawasan Punggol New Town, salah satu daerah percontohan yang menerapkan prinsip Live Well, Live Green, Live Connected.

Kawasan ini dikenal sebagai waterfront town of the 21st century karena keberhasilannya memadukan hunian, ruang kerja, transportasi publik, dan area hijau dalam satu ekosistem smart dan berkelanjutan.
Punggol bahkan meraih ULI Global Award for Excellence 2021 berkat integrasi teknologi, keberlanjutan, dan kehidupan komunitas yang harmonis.
Peserta juga meninjau Northshore District dan proyek ramah lingkungan Treelodge@Punggol, yang telah menerapkan Smart & Sustainable Living Framework, termasuk penggunaan panel surya, teknologi pengelolaan air pintar, serta sistem daur ulang limbah yang efisien.
Bagi Wali Kota Kendari, pendekatan holistik tersebut memiliki relevansi kuat dengan arah pembangunan kota yang saat ini terus didorong menuju kota hijau, cerdas, dan tangguh.

Ia menilai bahwa perpaduan antara aspek sosial, lingkungan, dan teknologi merupakan strategi penting dalam membangun kawasan hunian publik yang lebih terhubung dan mendukung kualitas hidup masyarakat Kendari.
Pembelajaran hari keempat KPPD menjadi penegasan bahwa pembangunan kota berkelanjutan membutuhkan visi jangka panjang, ekosistem yang saling terhubung, serta keberpihakan pada warga.
Inspirasi yang diperoleh dari Singapura membuka peluang besar bagi pemerintah daerah, termasuk Kota Kendari, untuk mengadopsi konsep perumahan modern yang menghadirkan kenyamanan, keberlanjutan, dan inklusivitas bagi seluruh lapisan masyarakat.***






